Tidak Ada Guru Bantu yang Gagal Jadi CPNS
Rabu, 01 Mar 2006 14:16 WIB
Jakarta - Sejumlah guru bantu di pusat dan daerah protes karena gagal jadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Tapi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Meneg PAN) Taufiq Effendi membantahnya. Siapa yang bener?"Tidak ada guru bantu yang gagal," cetus Taufiq usai mengikuti sebuah acara di Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/3/2006).Menurut Taufiq, dirinya memiliki daftar seluruh guru bantu yang diberikan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Semua nama yang terdapat dalam daftar tersebut, menurutnya, akan diangkat menjadi CPNS. "Cuma caranya bertahap saja," jelasnya.Mengenai sejumlah guru bantu di DKI Jakarta yang protes karena gagal menjadi CPNS, Taufiq mengaku telah mendengar hal tersebut. Namun dia akan meneliti permasalahannya terlebih dahulu."Jadi, kenapa mereka sampai tidak terdaftar, saya akan mencari permasalahannya," janji Taufiq.Dijamin Bebas KKNMenyikapi suburnya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam birokrasi tes CPNS yang lalu, Taufiq menjamin sistem komputerisasi tes CPNS dapat meminimalisir praktek KKN."Tidak ada jatah untuk menteri atau bupati, karena semua diperiksa pakai komputer. Itu saya jamin," tegasnya.Menurut dia, langkah yang kini tengah diambil untuk mengatasi korupsi dalam birokrasi adalah menciptakan sistem yang meminimalisir korupsi. Korupsi terjadi bila ada niat dan kesempatan.Niat adalah mentalitas individunya, tapi kalau sistemnya meniadakan kesempatan, maka korupsi bisa dicegah. "Kalau kesempatan nggak ada, apa yang mau dikorupsi?" tandas Taufiq.
(zal/)











































