Mahasiswa Papua di Semarang Desak Penutupan Freeport

Mahasiswa Papua di Semarang Desak Penutupan Freeport

- detikNews
Rabu, 01 Mar 2006 14:07 WIB
Semarang - Puluhan mahasiswa Papua di Semarang berunjuk rasa mendesak pemerintah menutup PT Freeport. Mereka menilai perusahaan asal AS itu banyak merugikan masyarakat lokal.Mahasiswa yang tergabung dalam Front Nasional Mahasiswa Papua-Forkom Mahasiswa Papua Semarang itu berunjuk rasa di Bundaran Air Mancur, Jl. Pahlawan Semarang, Rabu (1/3/2006). Setelah itu, mereka menuju Kantor DPRD Jateng yang berlokasi 100 meter dari lokasi awal.Di Kantor DPRD, mereka tak bisa menemui siapa pun. Dengan menenteng beberapa poster berisi kecaman terhadap Freeport, mereka berorasi. Mereka membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB.Koordinator aksi Fransiscus Kekey menyatakan, dari 1,5 juta penduduk Papua, sekitar 80 persen-nya di antaranya tersebar di 300 suku. Kehidupan mereka jauh dari kata sejahtera meski Freeport sudah masuk sejak 49 tahun lalu. "Ternyata masuknya Freeport tidak mengubah kondisi Papua. Mereka hanya mengambil kekayaan warga Papua," katanya.Fransiscus mencotohkan, keuntungan Freeport pada tahun 2002 mencapai US$ 398,5 juta. Pada tahun berikutnya, keuntungan bertambah menjadi US$ 484 juta. Namun demikian, pemerintah hanya mendapatkan 1,3-1,6 persen saja.Selain masalah keuntungan, kehadiran Freeport juga menimbulkan dampak ekologis. Berdasar data yang dilaporkan, perusahaan pertambangan itu telah menghasilkan 2,7 ton asam pirit yang berbahaya bagi manusia."Karena itu, kami minta pemerintah menutup Freeport. Selain itu, pemerintah harus segera menarik pasukan TNI organik dan non organik dari tanah Papua," lanjut Fransiscus.Pemerintah juga harus memfasilitasi adanya sidang istimewa bagi masyarakat Papua agar masyarakat tidak sekadar jadi korban kebijakan. Namun mereka bisa ikut terlibat atas nasibnya sendiri. (asy/)


Berita Terkait