Stop Illegal Fishing, RI-Aussie Akan Gelar Patroli Laut
Rabu, 01 Mar 2006 13:43 WIB
Jakarta -
Pemerintah Indonesia dan Australia tengah mempertimbangkan untuk menggelar patroli laut bersama. Tujuannya untuk menghentikan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di perairan antara kedua negara itu.Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer kepada parlemen Australia, seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (1/3/2006).Dikatakan Downer, telah terjadi peningkatan dramatis dalam masalah penangkapan ikan ilegal itu. Otoritas Australia menemukan sebanyak 607 kapal penangkap ikan ilegal pada tahun lalu. Naik tajam dibandingkan 289 kasus pada tahun 2004 silam. Menurutnya, kebanyakan kapal itu milik warga Indonesia.Downer mengutarakan, dirinya telah membahas dengan Menlu RI Hassan Wirajuda dalam lawatan ke Jakarta mengenai patroli laut bersama untuk memerangi masalah ini."Mengadakan patroli laut bersama dengan pihak Indonesia akan menjadi pencegah sangat efektif bagi penangkapan ikan ilegal," ujar Downer kepada parlemen.Diimbuhkannya, patroli bersama ini akan memberikan pesan kuat bahwa Australia dan Indonesia sama-sama punya komitmen untuk mengatasi masalah ini.Pada Desember 2005 lalu, pemerintah Australia meluncurkan sebuah kampanye untuk meningkatkan kesadaran komunitas nelayan Indonesia mengenai konsekuensi penangkapan ikan secara ilegal di perairan Australia. Pemerintah Australia harus merogoh kocek sekitar 300 ribu dolar Australia untuk program itu.
(ita/)










































