Satgas Pamtas TNI Temukan 89 Kayu Ilegal Tak Bertuan di Kalbar

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 14:28 WIB
89 Batang kayu Meranti hasil penebangan liar berserakan di hutan Kalbar
Sebanyak 89 batang kayu meranti hasil penebangan liar berserakan di hutan Kalbar. (Dok. TNI)
Bengkayang -

Sebanyak 89 batang kayu ilegal berserakan di tengah hutan di Kalimantan Barat (Kalbar). Belum diketahui siapa pemilik puluhan kayu yang diduga ditebang secara ilegal itu.

"Pada saat melaksanakan giat patroli jalur ilegal yang dipimpin Danpos, Serka Rahmani, anggota menemukan tumpukan kayu yang diduga hasil kegiatan illegal logging, namun tidak ditemukan pelakunya," kata Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2021).

Lokasi penemuan kayu tepatnya di kawasan Desa Siding, Kecamatan Siding, Bengkayang, Kalbar pada Minggu (21/3). Puluhan batang kayu olahan itu kemudian diamankan oleh personel Pos Gunung Anggas.

Alim menuturkan penemuan kayu ilegal itu bermula dari kegiatan patroli personel TNI menyusuri area yang dinilai marak terjadi penyelundupan. Alim menyebut jenis kayu yang ditemukan anggotanya adalah kayu meranti.

"Kayu dalam kondisi sudah terpotong dan siap angkut. Setelah dilakukan pemeriksaan, kayu tersebut merupakan kayu jenis meranti sejumlah 89 batang," tutur Alim.

Sebelumnya tim gabungan dari Pos Gabma Sajingan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas bersama Satgas Intelijen Koopsdam XII/Tpr menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di perbatasan Jalur Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) wilayah Dusun Aruk, Desa sebunga, Sajingan, Sambas. Penyelundupan 10,765 kilogram sabu digagalkan oleh tim gabungan tersebut.

Alim Mustofa dalam peristiwa tersebut menyampaikan kasus ini merupakan hasil pengembangan informasi serta analisis dari kasus Narkoba seberat 42 kilogram lebih yang didapat sebelumnya. Menurutnya, ini sebagai upaya penjagaan perbatasan dari kegiatan ilegal peredaran narkoba.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut, kasus ini kami limpahkan kepada pihak Subdit 2 Dit Narkoba Polda Kalimantan Barat dan BNNP Provinsi Kalimantan Barat," ujarnya.

(aud/tor)