Duarr! Ledakan Terdengar dari Kedubes AS
Rabu, 01 Mar 2006 12:18 WIB
Jakarta - Tengah asyik memantau kegiatan Wapres, tiba-tiba wartawan dikejutkan ledakan cukup keras dari arah Gedung Kedubes AS yang hanya dipisahkan dengan tembok dengan kantor Jusuf Kalla. Duaarr!Ledakan itu lalu diiringi asap hitam membumbung tinggi. Persis ledakan petasan besar. Kejadiannya sekitar 10.30 WIB, Rabu (1/3/2006). Tahu ada yang tidak lazim, insting jurnalis pun bekerja.Para wartawan yang tengah berada di pressroom buru-buru keluar dari Istana Wapres untuk mencari tahu apa yang terjadi. Wartawan meyakini suara dan asap itu bersumber dari Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.Tapi ketika dipantau, tidak ada pemandangan mencolok di kawasan depan kantor Kalla. Yang kelihatan hanya penjagaan aparat keamanan seperti biasa. Pasukan Brimob yang tampak, seperti biasa, tak mau memberi keterangan ketika ditanya. Suasana boleh dibilang normal. Lalu lintas juga tidak ada perubahan. Benar-benar seperti tak ada apa-apa.Akhirnya wartawan kembali lagi ke pressroom dengan sejuta pertanyaan. Tapi ndilalah di ruang khusus wartawan itu tergeletak selembar surat.Surat itu berkop Kedubes AS dan ditujukan pada Kepala Biro Umum Sekretariat Istana Wapres. Surat yang ada di ruang pers itu merupakan fotokopian.Di dalam surat itu tertulis bahwa pada hari ini mulai pukul 10.30 WIB, pihak bagian keamanan dalam (regional security office) Kedubes AS mengadakan latihan menghadapi bencana (disaster drill).Latihan ini melibatkan aparat Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, kepolisian dan karyawan Kedutaan. Latihan akan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.Di surat itu ada contact person yang bisa dikonfirmasi mengenai latihan ini, yaitu Martin Sidabutar. Wartawan lalu menelepon Martin untuk menanyakan sejumlah pertanyaan.Misalnya saja, untuk menghadapi bencana yang seperti apa latihan itu digelar? Apakah termasuk latihan dalam menghadapi ancaman terorisme karena tadi ada simulasi ledakan?Sayangnya, Martin berkelit menjawab pertanyaan itu dan menyarankan wartawan bertanya pada pejabat Kedubes lainnya. Martin bahkan heran mengapa wartawan bisa mengetahui nomor kontaknya. Lah?
(nrl/)











































