Kapolda Metro Soroti Sunmori: Hilangkan Perilaku Berkendara yang Berisiko!

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 23:32 WIB
Hari ini Kapolda Metro Jaya hingga Gubernur DKI Jakarta meluncurkan gerakan Jakarta Bermasker. Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19.
Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyoroti kegiatan Sunday morning ride (sunmori) hingga night ride klub motor. Fadil Imran menyarankan kegiatan tersebut dihilangkan karena berisiko membahayakan keselamatan para pengendara.

Hal itu diungkap Fadil Imran saat meluncurkan e-TLE mobile di Polda Metro Jaya, Sabtu (20/3/2021). Awalnya Fadil bicara soal langkah Ditlantas Polda Metro Jaya dalam melakukan razia knalpot bising untuk mengurangi polusi suara. Fadil meminta jajaran lalu lintas terus menggalakkan razia knalpot bising.

"Lakukan penindakan terhadap pengendara motor dengan knalpot yang menyebabkan polusi suara atau knalpot bising. Jangan pernah berhenti untuk melakukan upaya-upaya preventif, upaya-upaya edukatif, upaya-upaya penyelesaian masalah di hulu," kata Fadil.

Dia meyakini saat tindakan tegas tersebut konsisten dilakukan, maka efek lalu lintas yang ramah lingkungan akan tercipta di wilayah hukum Polda Metro. Mantan Kapolda Jatim ini kemudian bicara soal kegiatan konvoi berkendara bermotor.

Mantan Kapolda Jatim ini mengaku tidak melarang warga untuk berkendara di pagi atau malam hari di Jakarta. Namun jika kemudian kegiatan konvoi tersebut berisiko menimbulkan kecelakaan, maka perlu dilakukan penindakan.

"Ada night ride, ada sunmori atau Sunday morning ride, hilangkan. Lakukan edukasi, sosialisasi agar perilaku ini tidak dinodai dengan perilaku-perilaku berkendara yang penuh dengan risiko," ujarnya.

"Silakan menikmati indahnya Jakarta di malam hari, tapi tentunya dengan perilaku berkendara yang sopan, yang tidak melanggar, yang tidak membahayakan jiwa orang lain. Silakan berkeliling Jakarta di pagi hari, tentunya dengan perilaku berkendara yang sopan, perilaku berkendara yg tidak membahayakan diri sendiri dan jiwa orang lain," sambung Fadil.

Lebih lanjut Fadil menambahkan, semua pihak yang melintas di Jakarta harus mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku. Dia menyebut tertib berlalu lintas sebagai salah satu upaya menghadirkan Jakarta yang penuh dengan etika.

"Karena ini adalah cara kita untuk membangun Jakarta yang penuh dengan etika, dan penuh dengan ketertiban terhadap aturan. Saya kira ini menjadi penekanan saya," pungkas Fadil.

(ygs/mea)