Alihkan Penerbangan ke Soetta, Bandara Halim Siapkan 27 Bus Bagi Calon Penumpang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 20:26 WIB
Eksekutif General Manager Bandara Halim Perdanakusuma, Nandang Sukarna (Kadek Melda/detikcom)
Foto: Eksekutif General Manager Bandara Halim Perdanakusuma, Nandang Sukarna (Kadek Melda/detikcom)

Diketahui, pesawat Trigana Air PK-YSF tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim). Peristiwa itu bermula saat pesawat mengalami kendala teknis sesudah lepas landas.

"Menyatakan bahwa di Bandara Halim terjadi suatu insiden proses pendaratan pesawat, akhirnya pesawat mengalami crash landing atau kegagalan landing. Artinya setelah mengalami one engine fail, di engine nomor 2, kemudian melakukan pendaratan dari runway 24 aman sebetulnya," kata Nandang Sukarna kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (20/3).

"Kemudian dibelokkan ke kanan karena satu roda pendaratnya mengalami kerusakan. Sehingga sekarang posisi pesawat tidak sampai end of runway tapi kira-kira posisi pesawat dari landing dari ujung runaway berada di posisi 2.400 dari keseluruhan 3.000 meter," sambungnya.

Nandang mengatakan pesawat lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Pilot memutuskan putar balik ke Bandara Halim Perdanakusuma karena mengalami kerusakan mesin.

"Semula akan berangkat dari Halim ke Makassar, akan tetapi mengalami single engine, kemudian direncanakan return to base mengurangi beban ... di atas dengan cara holding, di holding point A5 kemudian mencoba untuk mendarat kembali di runway 24 landasan pacu Halim Perdanakusuma. Namun demikian terjadilah insiden ini. Berangkat pukul 10.55 WIB, dan kemudian kejadian crash di pukul 11.26 WIB," ujarnya.


(man/man)