BNI & Pemkot Semarang Bantu UMKM Digital Rambah Pasar Luar Negeri

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 18:26 WIB
BNI
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Semarang digandeng untuk naik kelas di tengah pandemi COVID-19. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang untuk mewujudkan itu.

Hari ini sharing session bagi pelaku UKM Semarang dibuka untuk peningkatan kapabilitas dari sisi akses modal, akses pasar, dan akses digitalisasi. Acara yang dikemas dalam program UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI tersebut dibuka di Gedung Weeskamer, Kota Lama Semarang.

Acara ini dibuka Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati.

"Melalui UMKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI, perseroan menyiapkan seperangkat fasilitas yang dapat dimanfaatkan UKM untuk naik kelas. Dari sisi pembiayaan, BNI menawarkan banyak pilihan kredit, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dengan maksimum kredit Rp 50 juta, dan KUR Kecil dengan maksimum kredit Rp 500 juta dengan bunga hanya 6%. Selain itu ada juga Kredit BNI Wirausaha dengan plafon hingga Rp 1 miliar, dan Kredit Komersial dengan batas maksimum kredit Rp 15 miliar. Bahkan BNI memiliki Program Kemitraan untuk pelaku UMKM yang belum bankable dan feasible," kata Sulisytowati atau akrab disapa Susi di lokasi acara, Jumat (19/3/2021).

BNI, lanjut Susi, mendukung perluasan pasar MUKM ke kancah internasional dengan menyiagakan kantor - kantor cabang luar negerinya untuk membantu UKM dalam menemukan calon - calon pembeli. BNI juga melengkapinya dengan seperangkat alat transaksi yang nantinya akan memudahkan UMKM dalam menerima pembayaran hasil ekspornya.

"Dukungan BNI dalam mendorong UMKM masuk ke pasar ekspor, didukung dengan 6 jaringan cabang luar negeri yang tentunya akan memperluas jangkauan market para pelaku UKM Indonesia dengan memberikan insight kebutuhan spesifikasi dari produk yang dibutuhkan customer luar negeri (Business Matching) bekerjasama dengan kedutaan besar Indonesia. Selain itu, BNI juga memiliki layanan BNI Trade Online untuk kemudahan transaksi LC tanpa ke kantor cabang," jelas Susi.

BNIBNI Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Dalam acara tersebut Pemerintah Kota Semarang meluncurkan fasilitas promosi gratis bagi pelaku UMKM di Kota Semarang melalui ToMbakIta, dengan tagline "Dodolan Munggah Kelas". Platform ini disusun sebagai upaya untuk membawa pelaku UMKM agar go digital dan diharapkan dapat pula go internasional dalam mempromosikan produknya secara gratis dengan mengakses melalui website ToMbakIta.id dan instagram @tombakita.

"Awalnya ada UKM yang minta diendorse minta masukkan ke IG. Bincang-bincang ke bu Susi terus di BNI dan Pemkot Semarang Bantu UMKM Jualan ke Luar Negeri di Tengah Pandemi Support untuk endorse UKM dengan nama Toko Mbak Ita," kata Hevearita yang akrab disapa Ita.

Sementara itu Co Owner Zie Batik, Sasi Syifa Urohmi yang merupakan salah satu mitra binaan BNI mengaku cukup terbantu dengan kerjasama BNI dan Pemkot Semarang. Selain mendapatkan bantuan pinjaman untuk bangkit dari pandemi, produk juga dibeli oleh Pemerintah Kota Semarang sebagai stimulus.

"Pandemi sangat berdampak kepada kami. Pemkot mendukung, jadi bikin masker ke kita, bikin souvenir ke kita. Ibarat kalau tidak dibantu berat," ujar Sasi.

BNI tidak berhenti pada kerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang. BNI juga berkomitmen kerjasama dengan Sarinah untuk mendorong UKM yang berkualitas agar meraih pasar nasional secara maksimal, bahkan ke pasar global.

BNI dan Sarinah bersama-sama akan melakukan kurasi untuk menyaring UKM yang berkualitas, dan nantinya berkesempatan untuk ikut pameran di Sarinah. Dukungan BNI kali ini juga sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dari pemerintah yang diharapkan memberikan multiplier effect tidak hanya di Semarang, melainkan di seluruh Indonesia.

(alg/ega)