Nadiem Ungkap RI Tertinggal Buka Sekolah Dibanding Negara di Asia Timur

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 15:14 WIB
Rapat Komisi X DPR dengan Mendikbud Nadiem Makarim (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Rapat Komisi X DPR dengan Mendikbud Nadiem Makarim (Rahel Narda Chaterine/detikcom)
Jakarta -

Komisi X DPR RI mengadakan rapat kerja bersama Mendikbud Nadiem Makarim. Rapat itu membahas isu terkini terkait pembukaan sekolah tatap muka.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian di ruang rapat Komisi X, Jakarta, Kamis (18/3/2021). Di situ, Nadiem mengungkap Indonesia merupakan negara yang tertinggal dalam hal membuka sekolah tatap muka di antara 23 negara di kawasan Asia Timur dan Asia-Pasifik.

"Kita lihat 1 statistik yang cukup mengkhawatirkan saya. Dari semua 23 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, Bapak, Ibu, kita, adalah 85 persen dari semua negara tersebut sudah buka sekolahnya. Kita tertinggal," ujar Nadiem.

Menurutnya, baru 15 persen sekolah di Tanah Air yang melakukan sekolah tatap muka. Nadiem pun tidak ingin Indonesia tertinggal dari negara Asia lainnya.

"Kita dalam 15 persen dari negara itu yang masih melakukan cuma partially open. Tapi kenyataan kalau 15 persen bukan partially open, tapi kebanyakan tertutup. Jadinya ini adalah suatu hal yang, keputusan kita adalah kita mau ketinggalan seberapa jauh dari negara lain. Ini di Asia ya," ujarnya.

Selain itu, Nadiem menyoroti situasi belajar-mengajar di Amerika Serikat yang sudah membuka sekolah tatap muka sebanyak 40 persen. Padahal, menurutnya, situasi pandemi COVID-19 di AS masih lebih buruk dibanding di Indonesia.

"Di Amerika saja sekarang dengan kondisi COVID yang jauh lebih parah walaupun mereka vaksinasinya lumayan cepat tapi dengan kondisi COVID yang jauh lebih parah daripada kita sudah 40 persen sekolah melakukan tatap muka," ujarnya.

Eks CEO Gojek ini pun menilai keputusan pemerintah membuka sekolah tatap muka di masa pandemi sudah baik. Sebab, ia menilai anak-anak harus segera menjalani sekolah tatap muka.

"Jadi ini benar-benar keputusan kita sebagai pembuat kebijakan dan keputusan pemerintah dan semua instansi yang peduli ke anak-anak kita bahwa kita harus secepat mungkin mengembalikan anak untuk melakukan tatap muka," ujarnya.

Lihat juga Video "Nadiem Kaget: Kami Tak Akan Pernah Hilangkan Pelajaran Agama!":

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)