Dirsiber Bareskrim: Badge Awards Hanya untuk Pelapor Kasus yang Sulit Diungkap

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 15:10 WIB
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri bakal memberi Badge Awards kepada orang yang aktif melaporkan dugaan tindak pidana di media sosial (medsos). Meski begitu, informasi yang diterima Dittipidsiber akan diverifikasi terlebih dahulu sebelum ditindaklanjuti.

"(Badge Awards) diberikan kepada masyarakat yang dapat memberikan informasi yang terverfikasi, khususnya untuk kasus yang tidak terungkap. Kemudian setelah kami verifikasi dan ternyata benar, kami cek pelakunya ini," ujar Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi kepada wartawan, Kamis (18/3/2021).

Adapun beberapa dugaan tindak pidana yang bisa dilaporkan antara lain kasus penipuan hingga scam. Slamet menyampaikan Badge Awards baru bisa diberikan apabila pengadilan sudah memutuskan orang yang melakukan tindak pidana itu bersalah.

"Kami sidik memenuhi unsur dan dipidanakan, setelah putus (pengadilan), baru kami kasih digital badge-nya. Itu bentuk penghargaan kami kepada pemberi informasi," tuturnya.

Namun, jika kasus yang dilaporkan hanya seperti peristiwa saling lapor yang bisa diselesaikan Dittipidsiber, Badge Awards tidak akan diberikan. Slamet mengharapkan masyarakat melaporkan kasus-kasus yang terselubung dan sulit diungkap.

"Tapi kalau kasus hanya saling lapor yang tentunya kita bisa ungkap, bukan sesuatu hal yang luar biasa. (Harus) kasus yang kita sulit mengungkapnya," terang Slamet.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menegaskan Badge Award yang dicanangkan Dittipidsiber merupakan penghargaan. Pasalnya, masyarakat bisa membantu Polri dengan melaporkan kejahatan-kejahatan yang ada di internet.

"Badge Awards ini merupakan penghargaan. Jadi masyarakat membantu tugas-tugas Polri, kemudian kita merespons dengan memberikan penghargaan terhadap masyarakat yang membantu tugas Polri, khususnya tugas-tugas Direktorat Siber. Tadi saya sampaikan, pertama apakah dia memberikan informasi, di internet atau di dunia maya, atau memberikan informasi tentang kejahatan yang ada di internet, tapi langsung diberikan kepada Polri," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/3).

"Jadi ada dua yang diberikan, misalnya. Dia menyampaikan lewat internet, kedua dia langsung ke Polri. Jadi ini penghargaan, saya ulangi, penghargaan dari Direktorat Siber kepada masyarakat yang membantu Polri dalam memberikan informasi kepada Polri, khususnya Direktorat Siber," sambungnya.

(hri/hri)