Indonesia Didepak dari All England, KBRI London Ungkap Arahan Menlu

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 11:34 WIB
GOLD COAST, AUSTRALIA - APRIL 05:  A detail view of a badminton raquet and shuttlecock during the Badminton Mixed Team Group Play Stage - Group A on day one of the Gold Coast 2018 Commonwealth Games at Carrara Sports and Leisure Centre on April 5, 2018 on the Gold Coast, Australia.  (Photo by Scott Barbour/Getty Images)
ilustrasi bulutangkis (Foto: Getty Images/Scott Barbour)
Jakarta -

Indonesia dikeluarkan dari kompetisi All England 2021 karena dalam penerbangan yang ditumpangi atlet Indonesia dari Istanbul ke Birmingham, seorang penumpang dinyatakan positif COVID-19. KBRI London buka suara terkait kisruh All England.

"Menlu RI juga telah memberikan arahan yang jelas untuk memastikan tidak ada diskriminasi dan unfair treatment terhadap partisipasi atlet bulutangkis Indonesia pada turnamen All England tersebut," pernyataan KBRI London, Kamis (18/3/2021).

KBRI London juga masih berkoordinasi dengan ketua Timnas All England yakni Ricky Subagja serta Kemenpora. Dubes RI di London Desra Percaya juga telah mengontak Dubes Inggris di Jakarta, Owen Jenkins.

Desra meminta Owen melakukan intervensi ke National Health Services untuk memastikan kebijakan isolasi mandiri 10 hari.

"(Desra juga meminta) tidak ada diskriminasi dan unfair treatment terhadap atlet Indonesia dan opsi kemungkinan dilakukan tindakan yang mungkinkan atlet Indonesia lanjutkan kompetisi di All England," pernyataan KBRI London.

Dalam keterangannya, KBRI London menyatakan pemerintah Inggris masih memberlakukan lockdown dan protokol kesehatan yang ketat di setiap kegiatan. "Turnamen All England pun diselenggarakan dengan pengaturan khusus, ketat dan tertutup tanpa penonton," jelas KBRI London.

Perihal didepaknya perwakilan Indonesia dari ajang All England 2021 disampaikan oleh PBSI melalui akun media sosialnya. Penyebab utamanya adalah penerbangan yang ditumpangi atlet dan ofisial Indonesia dari Istanbul ke Birmingham, ada seorang penumpang yang, berdasarkan laporan pemerintah Inggris, dinyatakan positif COVID-19.

"Seluruh tim Indonesia dipaksa mundur dari turnamen Yonex All England 2021 dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Hal ini dikarenakan, saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3), terdapat penumpang yang terkena COVID-19. Namun, kami pun tidak diberi tahu siapa, berapa orang, dan dari mana asal orang yang positif tersebut," tulis keterangan PBSI di akun @badminton.ina.

"Sesuai dengan regulasi pemerintah Inggris, jika berada pada satu pesawat yang sama dengan orang yang positif COVID-19, maka diharuskan menjalani isolasi selama 10 hari. Sehingga, tim Indonesia terpaksa mundur dan melakukan isolasi sampai tanggal 23 Maret 2021 di Crowne Plaza Birmingham City Centre, terhitung 10 hari sejak kedatangan tim ke Birmingham pada Sabtu (13/3) lalu," katanya.

"Baik dari BWF maupun panitia All England sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena hal ini sudah menjadi regulasi pemerintah Inggris. Namun dapat dipastikan, keadaan seluruh tim Indonesia yang berada di Birmingham saat ini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Hal ini merupakan kejadian luar biasa menyakitkan dan mengecewakan bagi kami semua," tambahnya.

Simak video 'Menpora soal All England: Kita Merasa Diperlakukan Tidak Adil':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/gbr)