PPSDM Migas Gelar Pelatihan Siapkan Proyek Pipa Open Access

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 21:14 WIB
Jaringan pipa gas
Foto: dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Pengembangan infrastruktur gas melalui beberapa proyek pipanisasi saat ini terus digaungkan. Untuk mempersiapkan hal tersebut, selama 3 hari kemarin Pusat Pengembangan Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) menggelar pelatihan Gas Management System secara daring.

Pelatihan ini dilakukan karena dalam pengoperasian jaringan pipa open acces dibutuhkan adanya suatu sistem manajemen gas untuk mengelola berbagai persoalan di dalam operasi pipa, baik persoalan teknik maupun komersial. Sistem tersebut lebih umum dikenal sebagai Gas Management System (GMS).

Setidaknya 34 peserta dari institusi Pemerintah dan BUMN di antaranya Direktorat Jenderal Migas, BPH MIgas, BPSDM ESDM dan dari Surveyor Indonesia mengikuti pelatihan kali ini.

Salah satu Widyaiswara Madya Pengampu pada pelatihan kali ini Arluky Novandy mengatakan tujuan pembelajaran dari pelatihan GMS adalah agar peserta dapat memahami cara mengatur nominasi gas yang akan dimasukkan ke dalam sistem jaringan pipa gas oleh sejumlah shippers.

Selain itu juga peserta diharapkan dapat mengatur pemasukan gas ke dalam sistem jaringan pada setiap titik terima (receive point), mengatur pengeluaran gas dari sistem pada setiap titik serah (delivery point), menganalisis arah dan besar aliran gas pada masing-masing ruas pipa pada sistem jaringan pipa gas yang lebih dikenal dengan istilah balancing.

Peserta juga dapat menghitung linepack gas pada masing-masing ruas pipa pada sistem jaringan pipa gas, Menghitung stock account (jumlah gas yang dimiliki masing-masing shippers) pada masing-masing ruas pipa pada sistem jaringan pipa gas.

"Menghitung unaccounted for gas and losses (UAFGL) pada masing-masing ruas pipa pada sistem jaringan, dan menghitung pembagian UAFGL bagi masing-masing shippers pada masing-masing ruas pipa," kata Arlucky dalam keterangan tertulis, Rabu (17/3/2021).

Dalam pengoperasian jaringan pipa gas secara open access memang bisa dikatakan lebih rumit dibandingkan dengan pengoperasian jaringan pipa gas yang tujuannya hanya untuk perniagaan (tidak untuk tujuan pengangkutan).

Sebagai contoh, untuk operasi jaringan pipa yang hanya digunakan untuk perniagaan, maka gas yang terdapat di dalam jaringan pipa tersebut adalah milik si pemilik jaringan, sehingga jika terjadi perbedaan hasil pengukuran antara volume gas yang dimasukkan dan yang dikeluarkan dari sistem jaringan tidak akan menimbulkan permasalahan.

Hal ini berbeda pada operasi jaringan pipa gas open access, perbedaan hasil pengukuran tersebut tentu akan menjadi permasalahan bagi para shipper (pengguna jaringan pipa), terutama jika terjadi hasil pengukuran volume gas yang dimasukkan ke dalam jaringan lebih besar dari hasil pengukuran volume gas yang dikeluarkan dari jaringan gas bumi.

Sementara itu, PGN saat ini bersiap untuk mengembangkan infrastruktur gas secara masif. Pertama, proyek pipanisasi gas bumi yang akan menjadi kunci dalam optimalisasi utilisasi gas bumi nasional. PGN merencanakan proyeksi strategis yang akan direalisasikan melalui pengelolaan infrastruktur dan komersialisasi gas bumi dalam jangka menengah di tahun 2021-2023.

Proyek pipanisasi tersebut di antaranya pipa minyak Rokan, pipa transmisi di Sumatera Bagian Utara dan Tengah, pipa integrasi South Sumatera West Java (SSWJ) - West Java Area (WJA) dan pipa pemanfaatan gas untuk petrochemical.

Selain itu, ada juga proyek pipa transmisi di Kalimantan, pipa transmisi di Jawa Tengah dan distribusi Kendal - Semarang - Demak, serta pipa untuk pelanggan industri, komersial dan rumah tangga (jargas).

PGN juga akan menyediakan gas bagi pemenuhan seluruh Kilang Pertamina, salah satu target di tahun 2021 ini adalah penyelesaian program Gasifikasi Kilang di Balongan. Saat ini, gasifikasi Kilang Balongan eksisting telah dipenuhi melalui penyaluran gas dari PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi melalui pipa PT Pertamina Gas.

Guna memenuhi kebutuhan gas di Kilang Balongan, PGN akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan untuk jangka panjang sebagaimana direncanakan dalam RJPP PGN melalui pembangunan interkoneksi pipa SSWJ dan WJA yang akan diselesaikan pada semester I 2021.

Sedangkan pembangunan infrastruktur gas untuk memenuhi kebutuhan Kilang Balikpapan dalam jangka panjang melalui pipa gas Senipah - Balikpapan dan gasifikasi Kilang Cilacap akan dilakukan dengan memanfaatkan portofolio PGN dalam mengelola LNG.

Selain yang dibangun PGN dan ada juga beberapa proyek pipanisasi gas yang belum terbangun seperti Cirebon - Semarang, dan beberapa daerah lain yang sudah termuat dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi Pipa Gas Bumi, baik yang dioperasikan secara open access maupun secara dedicated hilir.

Di sisi lain, salah satu peserta yang ikut pada latihan yang juga Dosen dari PEM AKAMIGAS Toegas Soegiharto, menambahkan pelatihan Gas Management System yang diberikan sangat bermanfaat karena mencerminkan kondisi real di lapangan industri migas.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan sangat aplikatif di industri migas dengan menghadirkan pakar dan profesional praktisi gas management, pengatur usulan tarif dari BPH dan Ditjen Migas.

"Untuk pelaksanaan kedepan bisa ditambah dengan digitalisasi gas management system sesuai perkembangan teknologi terkini yang semuanya untuk kemudahan cara bertransaksi. Karena sejak era pandemi dunia digital sudah sedemikian berkembang dan go beyond," ucap Toegas.

(prf/ega)