Analisis Ahli soal Isu Presiden 3 Periode dan Orang-orang Dekat Jokowi

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 04:31 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan dia tidak berminat menjadi presiden untuk 3 periode
Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Kantor Staf Presiden curiga ada pihak yang akan menjerumuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui isu jabatan presiden 3 periode. Pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai ada kemungkinan orang terdekat Jokowi lah yang memunculkan itu.

"Tak ada asap jika tak ada api. Tak ada sebab jika ada akibat. Tak ada yang merespons jika tak ada yang menghembuskan. Wacana itu bisa saja dimunculkan dari orang-orang dekat Jokowi. Namun kemudian pura-pura tak tahu," kata Ujang, ketika dihubungi, Selasa (16/3/2021).

Ujang menyinggung adanya keinginan mempertahankan jabatan terhadap orang-orang yang mengusulkan itu. Mereka disebut takut kehilangan jabatan.

"Karena jika Jokowi bisa berkuasa lagi, maka jabatan-jabatan mereka akan aman. Jika Jokowi tak bisa maju lagi karena selesai masa jabatannya, maka mereka pun akan menganggur dan kehilangan jabatan. Mereka bisa saja orang-orang post power sindrom," ucapnya.

Meski begitu, Ujang meminta Jokowi untuk tidak terjebak dengan orang-orang tersebut. Ujang menegaskan jabatan 3 periode melanggar konstitusi.

"Namun Jokowi jangan terjebak oleh kaum-kaum oportunis tersebut. Bisa saja orang-orang dekatnya itu ingin melanggengkan kekuasaan dengan menyeret-seret nama Jokowi," ujarnya.

"Jabatan 3 periode merupakan, isu pengkhianatan terhadap konstitusi dan rakyat. Rakyat tak butuh itu, bangsa ini juga tak perlu itu. 2 Periode adalah jalan terbaik dan hasil konsensus nasional. Rakyat mesti menolak dan melawan terkait jabatan presiden 3 periode," lanjut Ujang.

Simak video 'Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi Tak Minat':

[Gambas:Video 20detik]