Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Guru Ngaji Dapat Prioritas Vaksinasi

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 17:35 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah
Foto: Dok. DPRD Surabaya
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendorong agar vaksinasi yang sedang berjalan di Surabaya bisa dilakukan secara maksimal. Dia mengatakan selain tenaga kesehatan dan lansia, vaksinasi juga sebaiknya diberikan ke kelompok rentan lainnya seperti tenaga pendidik mulai dari guru TK hingga guru ngaji.

"Kemarin guru SD dan SMP mulai divaksin. Guru TK dan guru ngaji sebaiknya prioritas selanjutnya," ujar Laila dalam keterangan tertulis, Selasa (16/3/2021).

Laila menjelaskan para tenaga pendidik perlu mendapat vaksinasi mengingat sudah setahun lebih mereka berinteraksi dengan peserta didik dari rumah secara daring. Menurutnya, jika vaksinasi COVID-19 telah berjalan di Surabaya, ini dapat menjadi awal dimulainya kehidupan normal di bidang pendidikan.

"Setiap hari, para pendidik itu memberi layanan pendidikan kepada masyarakat. Para guru TK dan guru ngaji rutin penuh tanggung jawab mendidik putra-putrinya. Mereka selama ini bekerja ikhlas," paparnya.

Soal program vaksinasi, Laila menjelaskan dirinya juga mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi yang telah memasuki tahap kedua. Hingga saat ini, ribuan tenaga kesehatan, petugas pelayan masyarakat, dan kelompok lain telah mendapatkan vaksin.

Laila menyebut saat ini salah satu harapan besar untuk pemulihan ekonomi dan bangkit dari situasi pandemi adalah vaksinasi. Oleh karena itu, ia berharap vaksinasi dilakukan secara menyeluruh sehingga ekonomi masyarakat dapat bangkit.

"Saat yang paling dinanti warga saat pandemi adalah vaksinasi. Setidaknya bisa mempertebal daya tahan tubuh sehingga lebih nyaman bekerja," tandasnya.

Untuk memperluas pelaksanaan vaksinasi, Laila mengatakan saat ini vaksinasi di Surabaya sudah menyasar tenaga pendidik hingga ulama. Vaksinasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan jumlah vaksin yang diterima.

Dinas Pendidikan juga telah mendaftarkan para tenaga pendidik untuk mendapat giliran vaksin. Berdasarkan informasi dari Pemkot Surabaya, guru SD dan SMP yang mendapatkan vaksin sekitar 25.422 orang, namun ia juga mendorong agar Pemkot Surabaya menjadikan guru TK sebagai prioritas.

Selain itu, Laila pun meminta agar semua pihak dapat mempersiapkan diri secara maksimal sebelum pembelajaran tatap muka dimulai, termasuk jika diperlukan surat keterangan bebas COVID-19.

Bahkan jika memungkinkan, ia mengimbau agar semua guru dan siswa melakukan tes covid cukup menggunakan GeNose. Mengingat pemeriksaan rapid test antibodi, rapid antigen ata swab cukup membebani guru dan siswa.

"Jika memang diperlukan surat keterangan bebas Corona cukup dengan GeNose," tandas Laila.

(akd/ega)