ADVERTISEMENT

Kantornya Digeruduk Sejumlah Mahasiswa, PD: Ini Dialektika Demokrasi

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 11:55 WIB
Massa mendatangi DPP PD di Menteng, Jakpus, Senin (15/3/2021).
Foto: Massa mendatangi DPP PD di Menteng, Jakpus, Senin (15/3) malam. (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Kantor DPP Partai Demokrat (PD) digeruduk oleh sejumlah orang yang mengaku mahasiswa semalam. Partai Demokrat memberikan penjelasan terkait hal itu.

"Untuk dinamika yang ditimbulkan belasan mahasiswa di depan kantor DPP PD ketika malam hari, kami sudah berusaha mengundang mereka ke dalam. Sesuai dengan sikap kami yang terbuka pada pelbagai kalangan yang datang untuk menyampaikan pendapat," kata Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra kepasa wartawan, Selasa (16/3/2021).

Herzaky mengatakan para mahasiswa yang berdemonstrasi itu sempat diterima masuk ke dalam DPP PD. Hal itu dilakukan untuk berdialih antara kedua pihak.

"Bahwa ada pihak yang tak setuju pada langkah kami, seperti yang melakukan demo malam ini, kami menerimanya sebagai bagian dari dialektika dalam demokrasi," ujarnya.

Selain itu, Herzaky menjelaskan sejak Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendeklarasikan adanya kudeta atau gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK) PD pada awal Februari lalu banyak mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Karenanya, PD membuka mimbar demokrasi di sekitar kompleks kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

"Agar kegelisahan mereka bisa terekspresikan dengan baik dan tertib, Partai Demokrat membuka Mimbar Demokrasi di Taman Proklamasi di dalam kompleks kantor DPP, jl. Proklamasi no 41, Jakarta Pusat, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan," ujar Herzaky dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Menurut Herzaky, mimbar demokrasi menyebar dan menarik perhatian banyak orang. Bahkan, kalangan mahasiswa.

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan saat ada sejumlah mahasiswa datang berorasi atas nama Persatuan Aktivis Lintas Kampus, maka PD pun memberikan kesempatan untuk orasi. Herzaky pun menyampaikan permintaan maaf jika ternyata diketahui ada mahasiswa yang memegang jabatan tertentu namun bukan perwakilan lembaga di kampusnya.

"Mereka kemudian memberikan identitasnya sebagai mahasiswa dan aktivis dari kampus tertentu dalam pendataannya. Mohon maaf kalau kemudian ternyata ada di antara mereka, yang belakangan baru diketahui memang mahasiswa dan memegang jabatan tertentu, tapi bukan perwakilan dari lembaga mahasiswa di kampusnya," ucapnya.

Herzaky juga mengatakan pihaknya akan lebih berupaya untuk me cegah kejadian tersebut kembali terulang. Partai Demokrat, kata Herzaky, akan tetap menjunjung prasangka baik dan kebebasan berekspresi.

"Kami akan berupaya lebih baik lagi untuk mencegah hal seperti ini berulang, dengan mengecek identitas elemen masyarakat yang datang ke kami lebih detail lagi, dengan tetap menjunjung prasangka baik dan kebebasan berekspresi," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah massa yang mengaku sebagai mahasiswa menggeruduk kantor DPP Partai Demokrat di Menteng, Jakarta Pusat. Mereka berdemo meminta PD tidak melibatkan mahasiswa dalam masalah partai. Pantauan detikcom, massa itu tiba di kantor DPP PD, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 18.30 WIB, Senin (15/3). Suasana sempat tegang karena massa memaksa masuk ke arah kantor DPP.

Petugas keamanan DPP PD kemudian menghadang mereka. Alhasil, massa menyampaikan orasinya dari depan pagar kantor DPP PD.

"Jangan mengklaim mahasiswa dalam masalah partai kalian," kata salah seorang orator, di depan gerbang DPP PD.

Simak video 'DPP Demokrat di Menteng Digeruduk Massa':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT