Lumpuh Serang 3 Balita Bersaudara Penderita Kurang Gizi

Lumpuh Serang 3 Balita Bersaudara Penderita Kurang Gizi

- detikNews
Selasa, 28 Feb 2006 22:40 WIB
Solo - Mimpi buruk tentang harapan masa depan sepertinya selalu menghantui kehidupan pasangan miskin Temon dan Sriyatun di Sukoharjo, Jateng. Semua anaknya, ada tiga anak balita dan dua diantaranya kembar, mengalami kelumpuhan. Sulit makan dan kondisi ekonomi orangtua, menyebabkan ketiganya kurang gizi.Temon (31 tahun) sebelumnya bekerja sebagai penjual bakso di Jakarta, namun usahanya itu tidak dapat dipertahankan diterjang isu menggunaan formalin dalam makanan beberapa bulan lalu. Kini dia kembali ke desa berkumpul dengan istrinya Sriyatun (26 tahun) dan tiga orang anaknya yang masih balita.Mereka tinggal di rumah orang tua Sriyatun di Tanjungan RT 1 RW 7, Dukuh, Sukoharjo. Untuk menyambung hidup keluarganya, Temon kini bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan Atun, demikian istrinya biasa dipanggil, merawat ketiga buah hatinya yang kesemuanya dalam kondisi menyedihkan.Ketiga anaknya, Elisa Ayuningtyas (2 tahun 8 bulan) serta si kembar Bagus Wahyu Hidayah dan Bagas Adi Prasetyo (1 tahun 7 bulan) mengalami kelumpuhan. Ketiganya hanya bisa terlentang di kasur tipis milik neneknya. Hanya demikian yang bisa dikerjakan ketiganya selama ini. Atun telah berusaha untuk tegar menerima keadaan, namun gurat kesedihan tetap tidak dapat dihilangkan dari wajahnya. Baik Elisa, Bagus maupun Bagas diketahui mengalami kelainan ketiga masing-masing berusia tiga bulan, di saat perkembangan bayi pada umumnya telah mampu mengangkat kepalanya."Kami sudah membawa mereka ke bidan, dokter, puskesmas, rumah sakit maupun pengobatan alternatif, namun tidak ada hasil apapun. Bahkan kami harus menerima kenyataan pahit ketika diberitahu seorang dokter bahwa Elisa tidak mungkin sembuh," papar Atun saat ditemui di Sukoharjo, Selasa (28/2/2008).Sugiyarti, bidan desa setempat yang secara periodik merawat ketiganya. Menurut Sugiyarti hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kelumpuhan itu. "Dokter spesialis juga tidak berani memastikan apakah kelumpuhan disebabkan oleh cacat bawaan atau penyebab lain setelah lahir," ujarnya.Yang dapat dipastikannya adalah dengan berat badan hanya 7,6 kg Elisa masuk dalam kategori penderita gizi buruk. Sedangkan Bagus (7,3 kg) dan Bagas (7,8 kg) menderita gizi kurang mendekati garis buruk. Untuk itu ketiganya mendapat bantuan paket makanan tambahan selama tiga bulan dari dinas kesehatan.Kesulitan DanaAtun mengaku telah disarankan oleh dokter agar membawa ketiga anaknya ke RS Sardjito di Yogyakarta yang lebih dimungkinan dapat merawat secara lebih memadai. Namun alasan kondisi ekonomi keluarga yang menyebabkan dia dan suaminya hingga saat ini tidak segera melakukannya.Lurah Dukuh AW Widatmojo maupun Camat Sukoharjo YC Sriyono ketika ditemui mengaku sama-sama masih mencari informasi lebih jauh dengan kondisi ketiga balita dan keluarganya. Itu karena keduanya mengaku sebagai pejabat baru yang sebelumnya tidak mendapat laporan sama sekali."Kami baru mengetahuinya kemarin (Senin -red). Kami akan berkoordinasi dan memberikan laporan ke dinas-dinas terkait untuk kemungkinan mendapat dana bantuan. Yang pasti, bantuan paket makanan dan obat selama ini telah diberikan. Bagus dan Bagas juga sudah mendapat askes keluarga miskin, sedangkan Elisa memang belum mendapatkan," ujar Sriyono.Selain ketiga anak itu, di kelurahan yang sama juga terdapat Ivan (3 tahun), balita yang juga menderita kelumpuhan akibat gizi buruk. "Namun setelah mendapatkan bantuan makanan, obat-obatan, perawatan dan terapi, saat ini kondisi Ivan sudah memulai menunjukkan perkembangan membaik," ujar bidan Sugiyarti. (ton/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait