Seorang Prajurit Paskhas Lanud Pekanbaru Dipecat

Seorang Prajurit Paskhas Lanud Pekanbaru Dipecat

- detikNews
Selasa, 28 Feb 2006 22:10 WIB
Pekanbaru - Satu orang prajurit Paskhas (Pasukan Khas) TNI AU yang bertugas di Pangkalan Udara (Lanud) Pekanbaru dipecat. Prajurit yang berstatus desersi itu bernama Pratu Rijan. "Atas putusan Mahmil tersebut, hari ini kita melakukan upacara pemecatan atas prajurit kita yang tidak disiplin," ujar Komandan Pangkalan Udara Pekanbaru, Kolonel Pnb Bonar Hutagaol mengungkapkan hal tersbeut saat dihubungi detikcom, Selasa (28/02/2006) di Pekanbaru. Upacara pemecatan itu dilakukan di Markas Paskhas, Jl Adi Sucipto, Pekanbaru, pukul 02.30 WIB. Menurutnya, pemecatan terhadap Pratu Rizan yang telah mengabdi selama enam tahun ini, berdasarkan putusan dari Mahkamah Militer (Mahmil) pada 5 Februari 2006 lalu. Dalam putusan Mahmil tersebut, Rijan telah melakukan desersi sebanyak tiga kali. "Kita sudah memberi tenggang waktu untuk merubah sikapnya, namun sangat kami sayangkan, parjurit itu tidak berubah juga," kata Bonar. Bagi prajurit yang tidak disiplin, lanjut Bonar, pihaknya tidak sungkan-sungkan untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Hal itu perlu dilakukan, agar prajurit yang lainnya tidak mengulangi perbuatan yang sama. Bonar juga menjelaskan, selain Pratu Rijan, satu anggota TNI AU dalam waktu dekat juga akan mengalami nasib yang sama. Saat ini, proses Mahmil tengah berlangsung yang menyidangkan seorang anggota bernama Pratu Asmaidi. Pratu Asmaidi, kata Bonar, selain desersi juga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap salah seorang warga di Kabupaten Pelalawan Riau. "Anak buah saya itu baru 7 bulan tugas di Pekanbaru. Tapi selama 90 hari dia desersi. Belakangan malah terlibat pemerasan," papar Bonar. Di mata Bonar, Asmaidi termasuk lumayan bandel. Cacatan POM TNI AU, Asmaidi juga pernah desersi selama bertugas di Yogyakarta. Karena bandelnya, pihak TNI AU Yogyakarta mencoba memindahkan Asmaidi ke Pekanbaru dengan harapan bisa dibina kembali. "Kita sudah mencoba untuk membinanya. Tapi kayaknya tidak ada perubahan. Tetap saja dia sering keluar dari kesatuan tanpa izin. Jika tidak dipecat akan meracuni anggota lainnya," tegas Bonar. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads