Pemkab OKI Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumsel

Erika Dyah - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 18:35 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Yudhistira
Foto: pemda OKI
Jakarta -

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Yudhistira menunjukkan data perekonomian masyarakat Ogan Komering Ilir (OKI) yang masih tangguh meski di tengah pandemi. Ia mengungkap, berdasarkan data BPS Kabupaten OKI mengalami pertumbuhan sebesar 0,24%.

Yudhis menilai sumbangsih ini relatif tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Bahkan, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumsel yang terkontraksi hingga -0,11%.

Ia menambahkan, sumbangan OKI untuk pertumbuhan ekonomi (source of growth) Sumsel pada 2020 lalu adalah 0,02%.

"Itu tertinggi karena kontribusi kabupaten kota lain terhadap pertumbuhan ekonomi Sumsel tidak sampai 0,02 persen bahkan beberapa justru negatif," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (15/3/2021).

Adapun disebutkan oleh Yudhis, kondisi perekonomian di OKI ditopang oleh sektor pertanian. Sebab, pada sektor ini tampak adanya produktivitas petani yang malah meningkat sangat signifikan selama masa pandemi ini. Bahkan, produktivitas petani di wilayah ini menempati posisi kedua tertinggi di Sumsel.

"Di sisi lain, walaupun OKI bukan daerah penghasil migas, namun perekonomiannya memberikan kontribusi nomor empat terbesar di Sumsel (6,34%) setelah daerah-daerah penghasil/pengolah migas (Palembang, Musi Banyuasin, dan Muara Enim) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai lebih dari Rp 29 triliun," jelas Yudhis.

Bicara soal angka kemiskinan di OKI, lanjut Yudhis, kabupaten ini masih menempati urutan keempat di Sumsel. Kendati demikian, tampak adanya penurunan angka kemiskinan yang signifikan setiap tahunnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2017 persentase penduduk miskin di OKI sebesar 15,75%, namun pada 2020 angkanya mengalami penurunan hingga 3,72 ribu jiwa. Penurunan ini, lanjutnya, merupakan yang tertinggi kedua di Sumsel dari yang awalnya 15,01% di tahun 2019 menjadi 14,73% di 2020.

"Dalam tiga tahun terakhir ada penurunan lebih dari 1 digit. Artinya terus berprogres, program dan intervensi pemerintah daerah terhadap penanggulangan kemiskinan cukup berhasil," pungkasnya.

Simak juga Video: Buka Rakernas Kemendag, Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Harus Capai Kurang Lebih 5%

[Gambas:Video 20detik]



(mul/mpr)