Pasien Diduga Terkena Flu Burung di RSUD Solo Bertambah
Selasa, 28 Feb 2006 20:29 WIB
Jakarta - RSUD dr Moewardi Solo menerima seorang lagi pasien yang harus dirawat dengan standar perawatan pasien terkena flu burung. Remaja asal Boyolali itu mengalami gejala awal mirip penderita flu burung. Adiknya yang mengalami sakit serupa akhirnya meninggal.Pasien tersebut bernisial H asal desa Karangkidul, Mojosongo, Boyolali. Dia masuk ke RSUD dr Moewardi Solo Selasa (28/2/2006) pukul 13.30 WIB siang tadi, setelah sebelumnya dirawat selama dua hari di RSUD Pandanaran, Boyolali, tanpa ada perkembangan membaik.Menurut Ketua Tim Medik Penanganan Penyakit Flu Burung RSUD dr Moewardi, Dr Reviono, setibanya di Moewardi bocah perempuan berumur 12 tahun tersebut langsung ditangani sesuai standar penanganan pasien flu burung, meskipun tidak tertutup kemungkinan pasien menderita penyakit yang lain."Dia kami rawat di ruang isolasi untuk penanganan lebih lanjut. Kami sedang melakukan observasi, jadi belum bisa kami tentukan statusnya. Meskipun tidak tertutup kemungkinan dia terkena demam berdarah, namun kami memperlakukannya sebagai pasien yang perlu mendapat perhatian khusus," ujarnya kepada wartawan.Menurut penjelasan keluarga yang menunggui di rumah sakit, H mengalami sesak nafas berat, batuk-batuk, demam dan panas badan sangat tinggi lebih dari seminggu. Di saat bersamaan, adik kandung H juga menderita kondisi yang sama. N, adik H itu, akhirnya meninggal dan Selasa siang tadi telah dimakamkan.Kondisi Pasien SebelumnyaSehari sebelumnya RSUD dr Moewardi juga menerima pasien yang ditetapkan sebagai suspect flu burung. Pasien berinisial D tersebut berasal dari Glagahwangi, Polanharjo, Klaten. Meskipun dari kondisi yang membaik dan hasil tes dimungkinkan negatif dari AI, namun dia masih dirawat di ruang isolasi."Kalau dilihat dari kondisinya, kemungkinan besar pasien Pak D ini negatif (dari flu burung). Meskipun demikian untuk mendapat kepastiannya kita harus menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel yang kami ambil dari pasien yang dilakukan di Jakarta," papar Reviono.
(asy/)











































