Pasien DB di RSUP Sanglah Denpasar Meluber
Selasa, 28 Feb 2006 20:10 WIB
Denpasar - Wabah demam berdarah (DB) di Bali terus meluas. Rumah sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar dipenuhi pasien DB hingga meluber ke lorong. Pihak RSUP pun menambah sekitar 30 tempat tidur pasien. Demikian disampaikan Direktur RSUP Sanglah I Gusti Lanang Rudiartha kepada wartawan di kantornya, Selasa (28/02/2006), Jl. Pulau Nias, Denpasar. "Sekarang kami sudah menambah tempat tidur lebih dari 30. Ya, memang jadinya terpaksa ada yang berjejer tiga atau ada yang dempet-dempetan tempatnya," kata dia. Lanang mengaku pasien DB sudah memenuhi RS terbesar di Bali ini. RSUP Sanglah merawat sekitar 100 pasien DB tiap harinya. Akibatnya, jumlah ruangan yang digunakan untuk menampung penderita DB yang semula sekitar 30 persen dari kapasitas RSUP Sanglah bertambah. Sebab, ada penderita DB yang sudah dirawat di ruangan yang sebelumnya tidak diperuntukkan untuk penderita DB. Lanang menegaskan kalau pun sampai ruangan di RSUP Sanglah penuh dan tidak mampu menampung lagi pasien baru, maka pihaknya akan merujuk ke RS pemerintah lainnya yang ada di Denpasar seperti di RSAD, RSUD Wangaya dan RS Trijata Polda Bali. "Yang penting jangan sampai pasien ditolak," kata dia. Jumlah paramedis yang merawat masih mencukupi. Meluasnya serangan DBD di Bali, menurut Lanang, disebabkan karena program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) belum dilaksanakan dengan baik. "Pembasmian nyamuk harus secepatnya mendapat perhatian. Sebenarnya bukan fogging (pengasapan) tapi PSN dilakukan secara nyata dan berkelanjutan, itu yang penting," demikian Lanang.
(asy/)











































