Darmizal Juga Bantah Minta Eks Wakapolri Syafruddin Jadi Waketum PD KLB

Eva Safitri - detikNews
Senin, 15 Mar 2021 10:52 WIB
Kubu KLB Demokrat Deli Serdang, Sumut, menggelar konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/3/2021). Mereka menyuarakan adanya sejumlah pelanggaran perihal Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) versi tahun 2020. Jumpa pers dihadiri Soflawati Mosaid, Darmizal, Jhonny Allen, dan Ahmad Yahya.
Darmizal (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Partai Demokrat kubu Moeldoko dikabarkan mendekati eks Wakapolri Komjen (Purn) Syafruddin. Penggagas agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB) PD kubu Moeldoko, Darmizal, membantah.

"Saya pastikan berita tersebut salah," kata Darmizal ketika dihubungi, Senin (15/3/2021).

Darmizal mengatakan dirinya sudah lama tidak bertemu Syafruddin. Dia menegaskan tidak ada lobi-lobian dengan Syafruddin.

"Saya sudah lama sekali tidak bertemu beliau dan hal lobi-lobian demikian tidak ada sama sekali," ujarnya.

Sebelumnya, kabar kubu Moeldoko meminta Syafruddin untuk menjadi waketum PD versi KLB itu diungkapkan oleh Deputi Balitbang Demokrat Syahrial Nasution.

"Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Syafruddin dihubungi oleh Marzuki Alie dan Darmizal. Diminta jadi waketum PD versi KLB abal-abal. Dia menolak," kata Syahrial Nasution, Senin (15/3/2021).

"Sampai akhirnya, Moeldoko menghubungi langsung, juga ditolak," ucap Syahrial.

Syahrial menyebut informasi soal Moeldoko menghubungi eks Wakapolri Komjen (Purn) Syafruddin ini didapatnya langsung dari orang tepercaya. Syahrial menyebut penolakan dari tokoh sekelas Komjen (Purn) Syafruddin menandakan KLB di Deli Serdang merupakan kudeta terhadap Partai Demokrat.

"Artinya, ini kudeta. Karena, kegiatannya dilaksanakan dulu. Tidak didaftarkan, karena memang susunan kepengurusannya belum ada. Legalitasnya nggak benar. Menggunakan tangan kekuasaan untuk mempengaruhi DPC-DPC dan DPD-DPD pemilik hak suara," sebut Syahrial.

(eva/gbr)