Kubu KLB Sindir AD/ART 2020, PD Bicara Politikus Tipe Pelakor

Rahel Narda - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 14:28 WIB
Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Kepala Bakomstra Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra (dok. Pribadi)
Jakarta -

Panitia OC KLB Demokrat Ilal Ferhard menyindir soal kuasa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dalam AD/ART tahun 2020. Partai Demokrat (PD) bicara tentang politikus tipe pelakor.

"Kalau politikus tipe pelakor, memang senangnya datang di saat sedang sukses atau sedang naik. Tidak mau bersusah payah di saat sedang sulit. Semoga mantan-mantan kader kami tidak ada yang jadi politikus tipe pelakor," kata Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Sabtu (13/3/2021).

Lebih lanjut, Herzaky menyindir para mantan kader yang sudah sempat bergabung partai lain saat Partai Demokrat sedang membutuhkan dukungan di masa Pileg 2019. Ia meminta para mantan kader tidak berbohong mengaku cinta pada Partai Demokrat.

"Buat mantan-mantan kader, termasuk yang sudah nyaleg di partai lain ketika Demokrat sedang butuh banget setiap bantuan di Pileg 2019 lalu, janganlah berbohong dengan mengatakan cinta pada Partai Demokrat. Kalau memang cinta, bukan hanya mendekat di saat baik, di saat enak, tapi juga tetap setia di saat sulit dan berat," ujarnya.

Herzaky juga mengimbau para pelaku kudeta melalui KLB atau GPK-PD tidak sibuk mengenang masa lalu. Menurutnya, PD saat ini tengah berupaya maju ke depan untuk membesarkan partai.

"Pelaku GPK-PD ini makin hari makin kelihatan belangnya. Partai Demokrat kalau mau besar itu, menatap ke depan. Bukan sibuk mengenang masa lalu. Kalau mau mengenang masa lalu, buat reunian saja," ucapnya.

"Kami saat ini sedang giat-giatnya membesarkan Partai Demokrat, berkoalisi dengan rakyat. Membantu rakyat yang terdampak pandemi maupun resesi ekonomi. Survei sedang naik-naiknya. Pilkada menang banyak, kader banyak yang terpilih, bahkan terbanyak dalam lima tahun terakhir," sambungnya.

Menurut Herzaky, politikus seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda. Ia juga mengimbau semua pihak tidak mengumbar berita bohong.

"Politisi seharusnya memberikan contoh yang baik bagi generasi muda. Janganlah senang mengumbar fitnah maupun berita bohong. Bisa suram masa depan nasib bangsa ini kalau dipenuhi politisi tipe pelakor dan senangnya mengumbar fitnah dan berita bohong. Lebih baik fokuskan energi untuk membantu rakyat yang sedang susah," ucapnya.

Kubu KLB Partai Demokrat sebelumnya kembali menyerang PD terkait Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tahun 2020. Panitia OC KLB PD Ilal Ferhard menyorot kuasa Ketua Majelis Tinggi PD dalam AD/ART tahun 2020.

Menurut Ilal, salah satu masalah dalam AD/ART tahun 2020 adalah terkait kekuasaan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Ia pun memberikan sindiran.

"Kongres cuma pilih Ketum. Tapi yang lebih berkuasa adalah Ketua Majelis Tinggi. Kekuasaan tertinggi di PD itu sebagai partai yang menganut demokrasi apakah Kongres atau Ketua Majelis Tinggi?" kata Ilal kepada wartawan, Sabtu (13/3).

"Majelis Tinggi cuma punya 9 suara. Para ketua DPD 68 suara (2x34). Para ketua DPC 514 suara (1x514). Kok KLB harus dengan persetujuan Ketua Majelis Tinggi?" sambungnya.

Simak video ''Saling Serang' Kubu AHY Vs KLB Moeldoko':

[Gambas:Video 20detik]



(hel/idh)