Misi Garuda: Peran Indonesia Menjaga Perdamaian Dunia Lewat Kontingen Garuda

ADVERTISEMENT

Misi Garuda: Peran Indonesia Menjaga Perdamaian Dunia Lewat Kontingen Garuda

Faqihah M Itsnaini - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 13:14 WIB
Sebanyak 33 tentara Unifil meninjau area operasi Indonesian Battalion (Indobatt) di Lebanon Selatan. Mereka dipimpin oleh Letkol Fransisco Jose Paul Escalano.
UNIFIL merupakan salah satu medan penugasan misi garuda (Foto: Istimewa/Puspen TNI)
Jakarta -

Misi Garuda adalah salah satu bentuk komitmen Indonesia ikut terlibat melaksanakan Misi Pemeliharaan Perdamaian yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kontingen pasukan perdamaian Indonesia dikenal dengan sebutan Kontingen Garuda (Konga). Kontingen Garuda terdiri dari Tentara Nasional indonesia (TNI), polisi dan sipil yang ditugaskan ke negara yang mengalami konflik.

Indonesia telah berpartisipasi dengan kegiatan sejenis mulai tahun 1957, lho. Bahkan, sudah ada 27 lebih kontingen pasukan dan sub-kontingen pasukan yang terbentuk hingga sekarang.

Lalu, bagaimana awal mula misi garuda berjalan?

Latar Belakang Terbentuknya Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB

Misi Garuda terbentuk dari adanya United Nations Peacekeeping Operations (Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB/ MPP PBB). MPP PBB menjadi alat untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

Menurut data UN DPKO pada 2018, ada 100.000 lebih personil dari 124 negara yang terjun di 14 MPP PBB. Mereka berasal dari militer, polisi, maupun sipil. Peran awalnya hanya terbatas pada pemeliharaan gencatan senjata dan stabilisasi situasi di lapangan.

Namun, saat ini tugas MPP PBB semakin luas. Sebelumnya, MPP PBB menghadapi konflik antar negara, sekarang mereka juga terjun ke dalam konflik internal dan perang saudara, termasuk terorisme, radikalisme, penyakit menular, dan sebagainya.

Latar Belakang Terbentuknya Misi Garuda

Pembentukan Pasukan Garuda diawali dari kemunculan konflik di Timur Tengah pada 26 Juli 1956. Saat itu, tiga negara yang terdiri dari Inggris, Prancis, dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Mesir.

Melihat momentum, Indonesia ingin segera mengungkapkan rasa terima kasih kepada negara-negara liga Arab, terutama Mesir. Alasannya adalah Mesir sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara De Jure, dan negara yang gigih mendukung Indonesia saat bersengketa dengan Belanda.

Mesir yang mengalami konflik militer skala besar, dibantu oleh Indonesia yang berusaha membalas budi Mesir melalui mekanisme diplomasi PBB. Indonesia mendukung PBB untuk mengirimkan pasukan perdamaian demi membantu meredakan krisis.

Akhirnya, Kontingen Garuda I dikirimkan ke Mesir pada 8 Januari 1967. Itulah yang menjadi awal mula Indonesia menjadi anggota penting dalam pasukan penjaga perdamaian PBB.

Selanjutnya, Indonesia tak berhenti mengirimkan kontingen Garuda dalam misi Garuda ke berbagai negara di dunia di bawah naungan PBB.

Seperti yang dikutip dari situs resmi Kemenlu, Indonesia menjadi kontributor terbesar ke-10 pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB dari total 124 negara. Misi pasukan Garuda tentu adalah wujud pelaksanaan mandat Konstitusi Indonesia yang berbunyi "Ikut melaksanakan ketertiban dunia".

Berikut daftar Misi Pemeliharaan Perdamaian yang dilakukan oleh Kontingen Garuda atau disingkat sebagai Misi Garuda:

  • Kontingen Garuda I, dikirim ke Mesir pada 8 Januari 1957
  • Kontingen Garuda II, dikirim ke Kongo pada 1960
  • Kontingen Garuda III, dikirim ke Kongo pada 1962
  • Kontingen Garuda IV, dikirim ke Vietnam pada 1973
  • Kontingen Garuda V, dikirim ke Vietnam pada 1973
  • Kontingen Garuda VI, dikirim ke Timur Tengah pada 1973 Kontingen Garuda VII, dikirim ke Vietnam pada 1974
  • Kontingen Garuda VIII, dikirim dalam rangka misi perdamaian PBB di Timur Tengah pasca-Perang Yom Kippur antara Mesir dan Israel
  • Kontingen Garuda IX, dikirim ke Iran dan Irak pada 1988 Kontingen Garuda X, dikirim ke Namibia pada 1989
  • Kontingen Garuda XI, dikirim ke Irak dan Kuwait pada 1992
  • Kontingen Garuda XII, dikirim ke Kamboja pada 1992
  • Kontingen Garuda XIII, dikirim ke Somalia pada 1992
  • Kontingen Garuda XIV, dikirim ke Bosnia dan Herzegovina pada 1993
  • Kontingen Garuda XV, dikirim ke Georgia pada 1994
  • Kontingen Garuda XVI, dikirim ke Mozambik pada 1994
  • Kontingen Garuda XVII, dikirim ke Filipina pada 1994
  • Kontingen Garuda XVIII, dikirim ke Tajikistan pada November 1997
  • Kontingen Garuda XIX, dikirim ke Sierra Leone pada 1992-2002
  • Kontingen Garuda XX, dikirim ke Bungo, Kongo pada 6 September 2003 dan bertugas selama satu tahun
  • Kontingen Garuda XXI, mengikuti misi perdamaian PBB di Liberia (UNMIL)
  • Kontingen Garuda XXII, mengikuti misi perdamaian PBB di Sudan (UNMIS)
  • Kontingen Garuda XXIII, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL)
  • Kontingen Garuda XXIV, mengikuti misi perdamaian PBB di Nepal (UNMIN)
  • Kontingen Garuda XXV, penambahan pasukan dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan Kontingen Garuda XXVI, penambahan pasukan
  • Kontingen Garuda XXIIII bersama dengan UNFIL, sekaligus dalam rangka memperbesar peran serta Indonesia dalam pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan
  • Kontingen Garuda XXVII, mengikuti misi perdamaian PBB di Darfur (UNAMID) dalam satgas Milobs
  • Kontingen Garuda XXVIII, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL)
  • Kontingen Garuda XXIX, memberikan dukungan kesehatan kepada personel UNIFIL
  • Kontingen Garuda XXXI, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL)
  • Kontingen Garuda XXX, mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL)

Hingga 31 Januari 2020, ada 2.705 personel TNI dan Polri yang tergabung dalam Misi Garuda, dan menjadi jumlah terbanyak di Asia Tenggara.

(pal/pal)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT