Langgar Jam Buka, 2 Kafe di Jaktim-Bar dan Karaoke di Tamansari Disegel

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 12:49 WIB
Satpol PP DKI Jakarta saat menyegel kafe yang melanggar aturan PPKM mikro
Foto: dok. Instagram Satpol PP DKI
Jakarta -

Satpol PP DKI Jakarta menyegel dua kafe di Jakarta Timur (Jaktim). Dua lokasi itu disegel karena melanggar aturan jam operasional saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dilihat detikcom dari Instagram resmi Satpol PP DKI, Sabtu (13/3/2021), petugas datang ke dua kafe yang ada di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, dini hari tadi.

Petugas kemudian memberi sanksi terhadap pengelola kafe. Dua kafe itu ditutup sementara dan pengelolanya diberi sanksi denda.

"Diberikan sanksi penutupan sementara dan sanksi denda administratif karena kedapatan melanggar ketentuan jam buka operasional usaha," demikian keterangan Satpol PP DKI.

Selain itu, Satpol PP menyegel tempat hiburan malam, yakni bar dan tempat karaoke di Tamansari, Jakarta Barat. Tempat hiburan malam itu ditutup sementara karena banyak pelanggaran protokol kesehatan.

"Satu tempat usaha hiburan malam bar dan karaoke diberi sanksi penutupan sementara selama PSBB/PPKM," demikian tulis Satpol PP.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. PPKM mikro diperpanjang hingga 22 Maret mendatang.

Keputusan ini tertuang dalam Kepgub Nomor 213 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah. Pemprov DKI menyebut terjadi penurunan jumlah kasus aktif di Ibu Kota di masa penerapan PPKM Mikro.

"Penurunan kasus aktif ini adalah hasil dari kerja keras kita bersama, dengan mengupayakan meningkatkan angka kesembuhan di mana per tanggal 21 Februari 2021 sebesar 310.412 dengan persentase 94,5 persen. Sementara per 7 Maret, angka kesembuhan meningkat 337.426 dengan tingkat kesembuhan 96,3 persen. Hingga kini, total 5.790 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti melalui keterangan tertulis, Senin (8/3).

(haf/idh)