Round-Up

Gempar Pertamina Jadi Korban Mafia Tanah hingga Rugi Ratusan Miliar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Mar 2021 08:02 WIB
Gedung Mapolda Metro Jaya
Foto: Gedung Polda Metro Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pertamina diduga menjadi korban praktik mafia tanah yang memalsukan dokumen dalam gugatan perdata. Akibatnya, Pertamina kehilangan Rp 244 miliar karena kalah dalam gugatan tersebut.

Kasus ini bermula dari sengketa lahan yang kini digunakan oleh Pertamina, di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur. Tanah seluas 16.000 meter persegi itu awalnya milik pengusaha Teuku Markam, yang kemudian disita oleh negara dan dipergunakan oleh Pertamina sejak 1987 lewat Yayasan Jayakarta.

Belakangan Pertamina digugat oleh orang yang mengaku sebagai ahli waris Teuku Markan. Saat itu, Pertamina diwajibkan membayar ganti rugi Rp 23 miliar.

"Jadi lokasinya ini total 16 ribu terbagi dalam tiga bidang (tanah). Bidang pertama itu maritim punya Pertamina. Bidang kedua itu SPBG, bidang ketiga itu ada perumahan Bappenas di situ. Yang kasus pertama tahun 1987 yang digugat bidang B saja. Menang mereka. Cuma karena ada perselisihan dan pembuktian surat kita tangguhkan pembayarannya," kata pengacara PT Pertamina, Hary Ardian, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/3/2021).

Gugatan serupa kembali muncul pada 2014. Gugatan ini muncul dari ahli waris berinisial AS, yang diketahui merupakan orang dekat Teuku Markam. Dalam gugatan tersebut Pertamina kembali kalah.

Rekening Rp 244 M Pertamina Disita

Hary mengatakan ada keanehan dalam proses gugatan kedua tersebut. Dia menyebut, saat proses eksekusi, hal yang dieksekusi oleh pengadilan justru rekening milik Pertamina.

"Eksekusi, tapi yang dieksekusi bukan tanah, tapi rekening Pertamina yang dieksekusi yang ada di BRI Cabang Veteran. Tanggal 2 Juni 2020 datang petugas dari PN Jakpus yang mendapat mandat dari PN Jakarta Timur karena rekeningnya Pertamina ada di Jakpus, makanya PN Timur harus kasih mandat ke PN pusat untuk eksekusi," terang Hary.

"Tanggal 2 (Juni) dieksekusi tanggal 5 (Juni) uang sebesar Rp 244 miliar itu milik Pertamina itu berhasil didebet oleh PN Jakpus ke rekening Pengambilan Negeri Jakpus yang ada di BTN," sambung Hary.

Kihat juga video 'Akal Bulus Mafia Tanah Rebut Sertifikat':

[Gambas:Video 20detik]



Namun pihak pengacara Pertamina menemukan adanya pemalsuan dokumen dalam gugatan tersebut, simak di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3