Camat Ungkap Penelusuran Sementara soal Makam COVID di Parepare Dibongkar

Hasrul Nawir - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 21:32 WIB
Parepare -

Camat Bacukiki, Saharuddin, mengungkap hasil penelusuran sementara terkait informasi tujuh makam khusus pasien virus Corona (COVID-19) di TPU Bilalangnge, Parepare, dibongkar. Dia menyebut jenazah di empat makam dipastikan hilang.

"Setelah kita melakukan penelusuran di lokasi, 4 makam dipastikan tidak berisi jenazah. Sementara 3 makam lainnya masih kita telusuri karena ada pro-kontra apakah hilang atau ambles," kata Saharuddin, Jumat (12/3/2021).

Saharuddin mengaku saat ini tim dari Dinas Lingkungan Hidup tengah melakukan identifikasi di area makam. Selain itu, dia akan berkoordinasi dengan pihak keluarga.

"Kita mau cari tahu makam-makam mana saja yang dibongkar dan berkoordinasi dengan pihak keluarga, apakah mereka yang melakukan pembongkaran," ujar Saharuddin.

Sementara itu, Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah masih belum memberikan penjelasan detail mengenai kasus tersebut. Penyelidikan masih dilakukan.

"Masih kita selidiki, data yang kami terima juga masih simpang siur, nanti jelas baru kita bisa publish," kata Welly.

Untuk diketahui, makam khusus COVID-19 yang dikabarkan dibongkar itu berada di TPU Bilalangnge, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Terbongkarnya makam COVID itu baru diketahui pada Kamis (11/3) lalu saat salah seorang warga, Eva hendak berziarah ke makam adiknya yang meninggal karena COVID.

"Setidaknya ada 6 atau 7 makam yang terbongkar di sini," ujar Eva saat ditemui di TPU Bilalangnge, Jumat (12/3).

Tampak sejumlah makam pasien COVID-19 sudah terbongkar dan tidak beraturan. Peti jenazah di makam terbongkar itu juga sudah terlihat kosong.

Eva yakin jika jenazah dalam makam itu baru diambil beberapa hari terakhir. Sebab, beberapa waktu lalu dia sempat berziarah ke makam adiknya dan melihat makam tersebut masih rapi dan lengkap dengan nisannya.

"Kemarin di sini ada batu nisan wanita, pas datang kemarin sore tidak ada, sudah hilang. Kemarin kalau tidak salah nisan kayu itu sudah tidak ada, itu lubangnya sudah ada, ada bekas peti," ungkapnya.

"Di sana juga kentara (jenazah hilang), sudah ada bukti bukan sekedar hanya lubang kayak gini. Cuma kita tidak tahu siapa yang ambil jenazah, jadi yang saya mau tahu siapa yang ambil jenazah, siapa? Apa pihak keluarga?," terangnya.

(knv/knv)