Bandar Antariksa Biak Numfor Akan Dibangun, TNI AU: Kami Jaga Ruang Udaranya

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 19:02 WIB
The space-elevator test equipment will be launched on a Japanese H-2B rocket next week. (Photo: AFP/Jiji Press)
Ilustrasi Peluncuran Roket (AFP/Jiji Press)
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan membangun bandar antariksa di Biak Numfor, Papua, tahun depan. TNI AU mengatakan pihaknya mendukung langkah tersebut dan akan menjaga keamanan dan kedaulatan ruang udara di sana.

"Kita mendukung langkah pemerintah terkait itu (pembangunan bandar antariksa). Kalau perihal kedaulatan, saya kira sudah ada ketentuannya ya, ada undang-undang yang mengatur itu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah kepada detikcom, Jumat (12/3/2021).

Indan menjelaskan, TNI AU bertugas menjaga ruang udara di atas wilayah NKRI, dalam hal ini. Sementara untuk ruang antariksa, lanjut Indan, segala halnya diatur di Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

"Kalau kedaulatan itu ruang udara. Yang kita jaga, dijaga oleh TNI AU itu ruang udaranya. Kalau Keantariksaan itu ada di Undang-Undang 21/2013," ucap Indan.

Indan menuturkan TNI AU memiliki kemampuan deteksi wahana udara dalam menjaga keamanan dan kedaulatan di ruang udara NKRI. Kemampuan deteksi itu mencakup ada atau tidaknya izin lintas sebuah wahana udara.

"Kita kan punya kemampuan deteksi dengan gelar radar pertahanan udara. Kita bisa mendeteksi wahana udara yang terbang di wilayah Indonesia. Kita bisa tahu mana yang berizin dan tidak berizin. Sepanjang wahana udara tersebut berizin, ya, saat melintas diizinkan," tutur Indan.

Sebelumnya, Sekretaris Utama Lapan Prof Erna Sri Adiningsih menjelaskan, Lapan akan mulai melakukan studi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) tahun ini untuk persiapan pembangunan bandar antariksa. Dia pun mengaku studi amdal seharusnya dilakukan pada 2020. namun karena pandemi COVID-19, studi amdal untuk bandar antariksa baru dilakukan tahun ini.

"Nah, kami kalau di dalam rencana strategis Lapan ini, memang skala kecil ini kan ada di rencana renstra (rencana strategis) 2020-2024. Tetapi tahun kemarin sudah dianggarkan untuk amdal. Hanya, karena harus penghematan anggaran karena COVID, pandemi COVID, pemerintah memotong sebagian anggaran pemerintah. Nah, itu kami terpaksa tunda. Dan tahun ini baru studi amdal," bebernya.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.


Erna pun menerangkan pembangunan bandar antariksa harus mendapatkan dukungan semua pihak, baik kementerian/lembaga terkait maupun masyarakat setempat. Direncanakan, bandar antariksa yang akan dibangun di Biak Numfor ini selesai dibangun pada 2024.

"Itu dimulai bandar antariksa yang skala kecil. Diharapkan akhir di periode setelah ini, di 2024 itu, untuk fasilitas di bandar skala strategis, di renstra sudah selesai. Yang kedua tentu saja kami akan terus berkoordinasi dengan PUPR yang nanti akan membantu dengan jalan. Karena kalau itu ada hambatan, ini nggak selesai, bisa mundur," ucap Erna.

Hari ini Lapan melakukan pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor dan tokoh adat setempat. Bupati Biak Numfor Herry Ario menegaskan semua elemen masyarakat mendukung pembangunan bandar antariksa ini.

"Saya selaku Bupati Kabupaten Biak Numfor hadir di kantor Lapan Pusat bersama Ketua DPRD, sekretariat daerah, jajaran, serta tokoh adat, agama, pemuda. Kehadiran kami di kantor Lapan Pusat, pertemuan yang kami lakukan beserta seluruh jajaran, kami pemerintah daerah menyampaikan kesediaan dan dukungan kami pada pemerintah pusat, khususnya Lapan dalam pembangunan bandar antariksa di Kabupaten Biak Numfor," ujar Herry.

(aud/tor)