80 Ribu Peserta Ikut Tes CPNS di DIY
Selasa, 28 Feb 2006 15:47 WIB
Yogyakarta - Sekitar 80.950 peserta hari ini Selasa (28/2/2006) mengikuti tes seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Provinsi DIY. Mereka akan memperebutkan 3.157 lowongan termasuk tenaga honorer di berbagai bidang. Berdasarkan pantauan detikcom, di beberapa tempat tes seperti di SMPN 5 Yogyakarta, SMAN 8 dan SMKN IV Yogyakarta, tes berjalan lancar dan aman. Tidak ada peserta yang datang terlambat. Namun di sejumlah tempat ada beberapa peserta yang tidak hadir. SMPN 5 Yogyakarta di Jl Yos Sudarso Kotabaru Yogyakata merupakan tempat tes para tenaga guru bantu/honorer di Kota Yogyakarta mulai TK, SD, SMP dan SMU. Meski mereka rata-rata sudah tampak berumur di atas 35 tahun dan sudah bertahun-tahun jadi tenaga honorer, mereka dengan antusias dan tenang mengikuti tes hingga selesai.Siti Wardiyah (32) yang sedang hamil 8,5 bulan itu rela bersusah payah datang ke lokasi ujian di SMPN 5 Yogyakarta. Dia yang lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu sebenarnya sudah bekerja menjadi guru bantu di sebuah TK di Kota Yogyakarta. Namun terdorong keinginan untuk menjadi PNS diriya rela bersusah payah ikut tes."Suami saya juga ikut tes meski sudah jadi guru bantu di sebuah SMP negeri di Yogyakarta. Repot dan bersusah-payah sedikit tidak apa-apa. Siapa tahu nanti diterima menjadi PNS agar hidup lebih baik," katanya. Hal serupa juga dialami oleh, Surono (31) warga Bantul yang juga berprofesi menjadi guru bantu di SMPN 16 Yogyakarta. Dia sudah dua tahun menjadi guru bantu dan sebelumnya sudah tujuh tahun menjadi guru honorer. "Sudah lebih 5 kali saya ikut test CPNS tapi belum ada yang diterima," katanya. Sementara itu menurut Hardjono Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Provinsi DIY, secara umum, tes berjalan lancar baik untuk semua formasi di provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Yogyakarta. Untuk distribusi soal ke semua tempat ujian berjalan lancar dan dilakukan pengamanan oleh aparat kepolisian secara ketat. "Saya jamin soal tidak ada yang bocor dan tidak ada perjokian. Handphone dimatikan dan dimasukkan dalam tas. Dan tas peserta juga tidak dibawa tapi dikumpulkan di depan ruangan kelas," kata Hardjono kepada wartawan di sela-sela pemantauan tes.
(asy/)











































