Ketua MPR Dukung Ajang Balap Motor BOS Junior Motorcross Championship

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 12 Mar 2021 13:51 WIB
Motor listrik Bamsoet, Bike Smart
Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung kejuaraan balap motor BOS Junior Motorcross Championship 2021 yang akan dilaksanakan di kawasan Baja Otomotif Superblok, di Pulogadung, Jakarta. Adapun putaran pertama akan digelar pada 10 dan 11 April 2021, dilanjutkan dengan putaran II pada 17 dan 18 Juli 2021, dan ditutup putaran III pada 23 dan 24 Oktober 2021 mendatang.

Menurut Bamsoet, Baja Otomotif Superblok di kawasan Jakarta Industrial Estate Pulagadung, Jakarta merupakan sirkuit dirt track permanen pertama di Indonesia, yang diperuntukkan untuk ajang balap di atas lintasan pasir atau tanah.

"Mengendarai motor trail, BOS Junior Motorcross Championship 2021 akan mempertandingkan banyak kelas. Antara lain 50 cc, 65 cc, 85 cc, 125 cc, Mx2, OMR 150 cc," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Hal tersebut ia sampaikan usai menerima Direktur Utama Baja Otomotif Superblok, Djoko Iman Santoso, di Jakarta.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, BOS Junior Motorcross Championship 2021 akan diikuti para pembalap muda. Kelas 50 cc Novice diikuti pembalap usia 4-7 tahun, 50 cc Junior diikuti pembalap usia 5-8 tahun, 65 cc Novice dengan pembalap usia 8-11 tahun, serta 65 cc junior dengan pembalap berusia 9-12 tahun.

"Sementara kelas 85 cc Novice diikuti pembalap usia 10-13 tahun, 85 cc Junior dengan pembalap usia 11-14 tahun, 125 cc Novice dengan pembalap usia 13-16 tahun, 125 cc Junior dengan pembalap usia 14-17 tahun, dan Mx2 Novice dengan pembalap usia 17-21 tahun," jelasnya.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, ada juga supporting class yang mempertandingkan kelas OMR 155 cc Novice Yamaha WR, OMR 150 cc Novice Kawasaki KLX, dan OMR 150 cc Novice Honda CRF. Dirinya menilai, kejuaraan ini bisa menjadi momentum kebangkitan olahraga balap motor Indonesia, karena bisa digunakan sebagai ajang mengasah talenta-talenta muda.

"Melahirkan pembalap berkualitas internasional bukanlah pekerjaan instan. Butuh proses pembinaan jangka panjang. Dimulai dengan mengasah bibit muda dari usia 4 tahun. Karenanya IMI berkomitmen memfasilitasi sebanyak mungkin kejuaraan. Dari mulai level junior usia 4 tahun, sampai kejuaraan nasional dan internasional untuk mengasah kemampuan pembalap Indonesia," pungkasnya.

(prf/ega)