Kapal Pengangkut 59 Ribu Ton Solar Digelandang Polair Kepri

Kapal Pengangkut 59 Ribu Ton Solar Digelandang Polair Kepri

- detikNews
Selasa, 28 Feb 2006 14:55 WIB
Jakarta - Polisi Air Kepulauan Riau (Polair Kepri), pukul 17.00 WIB Senin 27 Februari 2006, menangkap sebuah kapal motor berbendera negara Malta di Selat Philip, Pulau Nipah, Kepri. Kapal itu berisi 59 ribu ton solar."Setelah dicek, kapal itu tidak memiliki surat izin berlabuh," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (28/2/2006).Kapal bernama Bonia dengan panjang 220 meter itu sebelumnya sempat berlabuh di Selat Philip. Setelah Polair Kepri melakukan pengecekan, ternyata ditemukan 59 ribu ton solar seharga Rp 220 miliar. Di dalam kapal itu juga 20 anak buah kapal yang semuanya berwarga negara Malta."Setelah dicek log book kapal itu, ternyata kapal baru saja mengisi bahan bakar dari KMK Challenger kurang lebih sebanyak 40 ribu ton," ungkap Anton.Namun setelah pengecekan, KMK Challanger tersebut ternyata sudah tidak ada dan kini sedang dalam pengejaran aparat."Sekarang ditangani Polair Polda Kepri untuk mencari tahu siapa pemilik kapal Bonia. Tapi kami mengalami kesulitan untuk memeriksa anak buah kapal karena mereka kesulitan berbahasa Inggris," katanya.Anton menjelaskan, diduga kapal tersebut mengumpulkan bahan bakar dari wilayah Indonesia dan dari luar Indonesia dalam jumlah besar. Nantinya bahan bakar itu akan dijual ke luar negeri. "Walaupun harga minyak tidak jauh beda, tapi ada kerugian negara," katanya.Soal keterlibatan Pertamina, Anton mengaku tidak tahu. Pihaknya masih menunggu penyelidikan yang dilakukan Polda Kepri. Diakuinya memang ada jaringan mafia BBM, tapi ia minta wartawan menunggu hasil penyelidikan. "Kita lihat fakta hukum di lapangan apabila ada kaitannya dengan Pertamina dan sebagainya," kata dia. (umi/)


Berita Terkait