Muladi Mengaku Surat Soal Global TV Bukan Katebelece

Muladi Mengaku Surat Soal Global TV Bukan Katebelece

- detikNews
Selasa, 28 Feb 2006 13:33 WIB
Jakarta - Surat mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Muladi tentang pemberian izin Global TV membuat geger. Muladi mengakui surat yang ditekennya itu surat asli, bukan surat palsu. Namun, dia menegaskan surat itu bukanlah katebelece. "Surat itu bukan katebelece, karena tidak mengandung nepotisme atau korupsi. Apalagi saya tidak punya saham sedikit pun atau terlibat dalam manajemen," kata Muladi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (28/2/2006).Surat Muladi yang dibuat September 1999 itu ditujukan kepada empat menteri: Menko Polkam, Meneg Ristek, Menteri Perhubungan, dan Menteri Penerangan. Surat itu bernomor B.602/M.Sesneg/9/1999. Surat itu berisikan sebagai berikut: Sehubungan dengan surat The International Islamic Forum for Science Technology and Human Resources Development (IIFTIHAR) Nomor 009/Global-TV/VII/1999 tanggal 26 Juli 1999 kepada Bapak Presiden perihal Permohonan Alokasi Frekuensi untuk Global TV, bersama ini diberitahukan bahwa Bapak Presiden memberikan petunjuk agar Saudara Menteri dapat membantu pemberian frekuensi Global TV.Sebagai tambahan kejelasan, bersama ini kami lampirkan fotokopi surat IIFTIHAR dimaksud.Demikian atas perhatian Saudara Menteri, kami mengucapkan terima kasih.Menurut Muladi, para pemimpin IIFTIHAR yang mengajukan permohonan izin frekuensi ini antara lain Prof Dr Zuhal (mantan Menegristek, kini Rektor Al Azhar Indonesia), Jimly Ash-Shiddiqie (kini Ketua Mahkamah Konstitusi), dan Nasir Tamara. Muladi mengaku surat itu dibuat karena program Global TV yang dirancang IIFTIHAR sangat menarik, bahkan Presiden Habibie menyetujuinya. IIFTIHAR menjanjikan siaran Global TV terdiri dari pendidikan, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Namun, dalam perkembangannya, Global TV malah berubah haluan dan melenceng dari misinya. Karena itu, Muladi mengusulkan agar izin Global TV dicabut. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads