Polisi Ungkap Jaringan Jual Beli Senpi Rakitan di Sumsel, 2 Pria Ditangkap

Prima Syahbana - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 13:15 WIB
Barang bukti senjata api rakitan dan amunisi aktif diamankan petugas. (Foto: dok. Polres Lubuklinggau)
Barang bukti senjata api rakitan dan amunisi aktif diamankan petugas. (Foto: dok. Polres Lubuklinggau)
Palembang -

Polisi menangkap dua pria berinisial BL (21) dan MS (30) di Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel). Kedua pria tersebut diduga anggota sindikat jual beli senjata api (senpi) rakitan.

"Benar, kita menangkap dua orang pria yang merupakan jaringan jual-beli senjata api rakitan berikut barang bukti senpira dan amunisi aktif," kata Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Ismail ketika dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (11/3/2021).

Penangkapan keduanya berawal dari informasi masyarakat terkait adanya jual-beli senpi ilegal. "Ya, penangkapan terhadap kedua tersangka ini berawal informasi dari masyarakat akan adanya transaksi jual-beli senpira di dua tempat berbeda," kata Ismail.

Setelah memastikan informasi tersebut, Tim Macan Polres Lubuklinggau pun melakukan penyelidikan. Polisi langsung menuju ke masing-masing TKP.

"Di TKP, anggota melihat pelaku sesuai dengan ciri-ciri yang disampaikan pelapor. Anggota langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan dan langsung dilakukan penggeledahan," terangnya.

Benar saja, saat menggeledah, polisi menemukan sepucuk senpi rakitan laras pendek jenis revolver dan dua butir amunisi aktif kaliber 38 mm di dalam tas selempang yang digantung di punggung tersangka BL.

Sementara itu, dari tersangka MS, polisi menemukan sepucuk senjata api rakitan laras pendek jenis revolver dan dua butir amunisi aktif kaliber 9 mm di dalam tas selempang warna merah krem miliknya.

"Kedua tersangka langsung kita amankan. Selanjutnya tersangka dan barang bukti kita bawa ke Mapolres guna penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan pelaku," ungkapnya.

BL, warga Rejang Lebong, Bengkulu, ditangkap di kawasan Pasar Satelit, Lubuklinggau Utara, Selasa (9/3) sekitar pukul 17.30 WIB. Sedangkan MS, warga Muratara, ditangkap di Terminal Petanang, Lubuklinggau Utara.

Ismail mengatakan, dari hasil interogasi, kedua tersangka mengakui membawa senjata api tersebut dengan maksud untuk melakukan tindak kejahatan di Kota Lubuklinggau.

"Atas perbuatannya, kedua tersangka melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang tindak pidana tanpa hak memiliki, menguasai, menyimpan senjata api dan amunisi dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara," tutup Ismail.

(mae/mae)