IMI-Korlantas Teken MoU Bangun Sirkuit Off-Road & Safety Driving Center

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 11 Mar 2021 09:57 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara IMI dengan Korlantas Polri untuk membangun Sirkuit Off-Road di kawasan Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Pusdik Lantas Polri, di Tangerang Selatan (Tangsel).

Adapun pembangunan tersebut sekaligus memanfaatkan lahan seluas 10 hektar milik ISDC di Tangsel, serta di berbagai daerah lainnya untuk pelatihan safety driving dan safety riding bagi masyarakat.

"IMI akan menyediakan instruktur terlatih, yang berasal dari para pembalap profesional seperti Rifat Sungkar, Ananda Mikola, Moreno Soeprapto, Sean Gelael hingga Akbar Rais. Sejalan dengan kampanye keluarga besar IMI 2021-2024, yakni Indonesia Juara, Bebas Narkoba, Tertib Berlalu Lintas, Langit Biru, dan Jaga NKRI," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (11/3/2021).

Dalam agenda yang digelar Rabu, (10/3) itu, Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan pada periode Januari-Oktober 2020 jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 83.715, dengan korban meninggal sebanyak 19.320 jiwa. Kecelakaan tersebut menyebabkan hampir 9 ribu korban luka berat dan lebih dari 95 ribu luka ringan, serta kerugian materiil sekitar Rp 163,3 miliar. Sementara data tahun 2019 mencatat jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 23.530 jiwa.

"Meskipun terjadi penurunan jumlah korban meninggal, namun angka 19.320 jiwa bukanlah angka yang dapat diabaikan begitu saja, karena dari data tersebut dapat dimaknai bahwa rata-rata dalam sehari ada sekitar 53 orang yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Yang memprihatinkan, sebagian besar korban kecelakaan lalu lintas," papar Bamsoet.

Tidak hanya di Indonesia, mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum dan Keamanan ini menyebut statistik angka kecelakaan dalam tataran global pun cukup memprihatinkan. Menurut laporan Global Status Report on Road Safety tahun 2018, tercatat pada periode 2000 hingga 2016 jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas terus meningkat.

"Tingginya angka kecelakaan lalu lintas dipicu berbagai sebab. Pertama, sekitar 61 persen, adalah faktor manusia, yaitu kemampuan dan karakter pengemudi kendaraan. Kedua, sekitar 30 persen adalah faktor infrastruktur dan lingkungan, misalnya kerusakan jalan. Ketiga, sekitar 9 persen adalah faktor kendaraan yang tidak laik jalan, serta kurangnya kelengkapan teknis kendaraan lainnya sehingga tidak memberikan perlindungan yang optimal bagi pengendara," pungkasnya.

Simak juga 'Anies-Atta Halilintar Hadiri Pelantikan Bamsoet Sebagai Ketua IMI'

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)