Alasan Pemprov DKI Ngotot Mau Jual Saham Anker Bir: Amanat RPJMD

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 19:47 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta
Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Plt Kepala Badan Pembina BUMD DKI Jakarta, Riyadi, menjelaskan alasan pihaknya ngotot ingin menjual saham perusahaan bir PT Delta Djakarta (DLTA). Dia menyebut hal itu adalah amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Jadi walaupun kinerja keuangannya bagus tetapi Pemprov DKI Jakarta ingin menjual sahamnya. Apa alasannya sudah menjadi amanat RPJMD tahun 2017-2022, Perda Nomor 1 tahun 2018. Jadi di Perda RPJMD ini satu periode jabatan gubernur, kebetulan Pak Anies," kata Riyadi dalam diskusi virtual, Rabu (10/3/2021).

"Kemudian implementasi dari strategi umum itu salah satunya Pemprov DKI akan melakukan devistasi terhadap kepemilikan saham di badan usaha yang tidak relevan dengan arah pembangunan DKI Jakarta," sambungnya.

Riyadi mengatakan PT Delta Djakarta dinilai tidak memiliki manfaat untuk masyarakat DKI. Sebab, lanjutnya, PT Delta itu menjadi bagian dari kelompok divestasi karena tidak menyangkut langsung dengan pelayanan masyarakat.

"Adapun BUMD yang bisnis masuk dalam kelompok rencana divestasi, BUMD yang bisnis tidak menyangkut pelayanan dasar yang tidak memberikan kemanfaatan umum bagi masyarakat DKI Jakarta," ujarnya.

Riyadi mengatakan minuman keras tidak baik untuk kesehatan. Dia mengklaim saham Anker Bir tidak relevan dengan pembangunan Jakarta.

"Nah, semua produk ini berdasarkan RPJMD tidak termasuk produk yang tidak masuk memberikan kemanfataan umum, bahkan kalau mengacu kesehatan ini bertolak belakang tapi pandangan umum produk yang tidak ramah kesehatan. Produk ini tidak relevan dengan pembangunan DKI Jakarta," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2