Demo Freeport Marak, Dubes AS Nyantai
Selasa, 28 Feb 2006 11:30 WIB
Jakarta - Aksi demonstrasi meminta penutupan PT Freeport Indonesia marak terjadi. Sikap pemerintah Amerika Serikat (AS) pun tetap santai. Mereka mempercayakan penanganan demonstrasi itu ke polisi Indonesia."Banyaknya demo soal Freeport biar ditangani oleh polisi," kata Duta Besar AS Lynn Pascoe usai Peluncuran Air Rahmat di kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (28/2/2006).Aksi demonstrasi puluhan pemuda Papua Senin kemarin terjadi di depan Plaza 89 Kuningan. Mereka menuntut PT Freeport Indonesia ditutup. Mereka mengancam akan menduduki kantor itu hingga dipenuhinya tuntutan.Sebelumnya pada Kamis 23 Februari sekitar pukul 04.30 WIB sekitar 13 orang pemuda yang mengatasnamakan BEM Papua menyerbu Plaza 89 tempat PT Freeport berkantor. Perusakan kantor itu terjadi. Buntutnya, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka.Pihak Freeport pernah mengklaim bahwa sejak 1996 perusahaan itu sudah mengalokasikan dana kemitraan untuk masyarakat adat suku Kamoro dan Amungme yang menjadi areal pertambangan. Hingga 2005 diperkirakan totalnya mencapai US$ 200 juta.Pada 2005 lalu, kedua suku itu mendapat bagi hasil sebesar US$ 40 juta atau lebih dari Rp 382,4 miliar yang dikelola Lembaga Pengembangan Masyarakat Adat Kamoro dan Amungme.
(san/)











































