Hakim soal Vonis Brigjen Prasetijo: Tuntutan Jaksa Terlalu Ringan!

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 15:12 WIB
Brigjen Prasetijo Utomo menghadapi sidang vonis kasus red notice Djoko Tjandra. Ia mengepalkan tangan dan memberi hormat saat memasuki ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta.
Brigjen Prasetijo Utomo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menilai tuntutan jaksa ke Brigjen Prasetijo Utomo dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara terlalu ringan. Hakim menilai tuntutan jaksa tidak membuat efek jera pelaku korupsi.

"Menimbang tentang pidana yang pantas dijatuhkan kepada terdakwa, majelis hakim berpendapat sebagai berikut, maksud penjatuhan pidana kepada pelaku tindak pidana bukan hanya dimaksudkan pemulihan keadaan, tapi juga mendidik supaya terdakwa tidak mengulangi perbuatannya, serta untuk mencegah masyarakat tidak berbuat yang semacamnya," ujar hakim ketua Muhammad Damis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Hakim berpendapat tuntutan jaksa ke Prasetijo itu terlalu ringan. Jadi dia menjatuhkan vonis ke Prasetijo 3 tahun 6 bulan.

"Menimbang, mengacu pendapat di atas majelis hakim tidak sependapat dengan jaksa penuntut umun tentang lamanya pidana, sebagaimana yang dimohonkan JPU, menurut hemat majelis hakim pidana sebagaimana tuntutan JPU terlalu ringan untuk dijatuhkan kepada terdakwa," jelas hakim.

Hakim menjatuhkan vonis juga mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkannya, Prasetijo dinilai mencoreng institusi penegak hukum, khususnya Polri.

"Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi yang grafiknya menunjukkan peningkatan. Terdakwa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum khususnya," jelas hakim.

Adapun hal meringankannya adalah Prasetijo dinilai sopan. Pengakuan Prasetijo menerima USD 20 ribu dari Tommy Sumardi juga masuk hal meringankan.

Diketahui, Brigjen Prasetijo Utomo divonis 3 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. Prasetijo terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berkaitan dengan red notice Djoko Tjandra saat masih jadi buron kasus hak tagih (cessie) Bank Bali.

Hakim menilai perbuatan Prasetijo bertentangan dengan jabatannya selaku Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri. Prasetijo disebut hakim turut serta dalam upaya penghapusan red notice Djoko Tjandra di Interpol Polri dan DPO di Imigrasi.

Peran Prasetijo, jelas hakim, adalah membantu istri Djoko Tjandra membuat surat yang ditembuskan ke Interpol Polri. Prasetijo juga bersurat ke Anna Boentaran terkait informasi red notice Djoko Tjandra.

Prasetijo terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak video 'Brigjen Prasetijo Divonis 3,5 Tahun Penjara Kasus Red Notice':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)