Round-Up

Whistleblower KLB PD Buka-bukaan, Kubu Moeldoko Tuding Penyusupan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Mar 2021 06:30 WIB
Gerald Piter Runtuthomas (Screenshot).
Foto: Gerald Piter Runtuthomas (Screenshot).
Jakarta -

Gelaran agenda yang diklaim sepihak sebagai kongres luar biasa (KLB) dan menetapkan Kepala KSP Moeldoko sebagai ketua umum bikin Partai Demokrat panas. Terbaru, whistleblower KLB buka-bukaan soal cerita keganjilan.

Whistleblower itu bernama Gerald Piter Runtuthomas, mantan wakil ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu. Gerald merasa ganjil dengan penetapan Moeldoko sebagai ketua umum.

Mulanya, Gerald menjelaskan kehadirannya di KLB di Deli Serdang karena diiming-imingi uang. Dia mengaku dijanjikan mendapat uang Rp 100 juta jika ikut menghadiri KLB Deli Serdang.

"Yang menjadi rancu dalam proses KLB ini yaitu pemilihan ketua umum," ungkap Gerald kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Gerald menjelaskan pemilihan ketum dalam KLB dilakukan secara voting. Menurutnya, Jhoni Allen sebagai pimpinan sidang KLB bertanya kepada peserta siapa sosok yang cocok menjadi ketum versi KLB Deli Serdang.

Kemudian, para peserta meneriakkan dua nama, Moeldoko dan Marzuki Alie. Gerald mengatakan Jhoni Allen kembali bertanya ke peserta terkait siapa di antara Moeldoko dan Marzuki Alie yang layak menjadi ketum. Menurut dia, Jhoni langsung memutuskan Moledoko menjadi Ketum PD versi KLB. Bagi Gerald, ini ganjil.

"Tiba-tiba Pak Jhoni Allen langsung mengetuk palu bahwa yang terpilih ketum dalam kongres luar biasa ini adalah Pak Moeldoko," sambungnya.

Kejanggalan lain mengenai KLB Deli Serdang menurut Geralad yakni soal keanggotaan Moeldoko yang tidak terdaftar sebagai anggota ataupun kader Demokrat, tak pernah menjadi pengurus juga. Gerald mengatakan anggota PD harus dapat dibuktikan dengan kartu tanda anggota (KTA) yang ditandatangani ketum PD.

"Sekarang pertanyaan, KTA Pak Moledoko ini siapa yang tanda tangan. Kan harus ditandatangani Ketum," ucapnya.

"Nah, sekarang Pak Moeldoko dinyatakan sebagai anggota Partai Demokrat, KTA-nya mana, nomor KTA-nya berapa? Tidak ada. Terus dipilih sebagai ketum. Ini kan aneh," imbuhnya.

Proses registrasi bagi para peserta KLB Deli Serdang juga disoroti Gerlad. Menurutnya, tidak ada proses registrasi untuk memasuki ruangan KLB.

"Kita ini cuma pakai kartu peserta, masuk dalam ruangan kongres. Sementara ruangan kongres besar. Orang yang ada di luar yang mau masuk ikut kongres ya silakan masuk karena tidak ada registrasi. Masuklah orang-orang, dikasih absen, oleh masing-masing koordinator di daerah," sambungnya.

Simak video 'Ada Peserta KLB Demokrat Ngaku Dapat Duit, Razman: Kita Duga Penyusup!':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2