Surat Sakti: Muladi Bilang Dancuk, Permadi Balas Asu
Selasa, 28 Feb 2006 10:27 WIB
Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Permadi ditelepon Muladi. Hal ini terkait dengan pengungkapan Permadi tentang surat rekomendasi mantan Mensesneg itu soal izin frekuensi Global TV. Keduanya pun saling mengumpat dengan gaya Suroboyoan yang lazim digunakan untuk guyonan."Wah, aku belum lapor fraksi. Tetapi aku udah ditelepon Muladi. Maki-maki aku dia, aku maki-maki ganti. Kita kayak orang Surabaya saja. Dia ngomong dancuk, saya ganti ngomong kamu yang asu," kata Permadi kepada detikcom di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/2/2006). Dancuk merupakan celetukan khas Suroboyoan, sedangkan asu bergaya Semarangan. Surat sakti Muladi mengemuka dalam rapat kerja Komisi I dengan Menkominfo Senin 27 Februari. Surat itu bernomor B-602/M.Setneg/9/1999 tertanggal 13 September 1999. Perihal surat menyatakan permohonan alokasi frekuensi untuk Global TV.Surat ditujukan antara lain ke Menko Polkam, Menristek/Kepala BPPT, Menteri Perhubungan dan Menteri Penerangan.Surat tersebut juga ditembuskan ke Presiden BJ Habibie, dan dinyatakan dalam surat itu bahwa, "Bapak Presiden telah memberikan petunjuk agar menteri memberikan frekuensi bagi Global TV."Dalam surat itu juga dinyatakan adanya rencana Global TV untuk menyiarkan acara yang diselenggarakan oleh The International Islamic Forum for Science,Technology and Human Resource (IIFTIHAR).Salah TerimaPermadi juga menceritakan, tujuan dia membuka surat Muladi itu dengan tujuan membantu Muladi."Terus saya bilang, saya kan mau bantu kamu, malah kamu salah tompo (salah terima). Kamu tuh jangan kasih rekomendasi seenaknya. Sekarang kamu tahu nggak Global yang punya siapa. Nah abis itu Muladi jawab, ora ngerti aku. Nah itulah kayak TPI, katanya televisi pendidikan nyatanya ya kayak itu juga. Yo wis nanti tak cabut rekomendasiku," urai Permadi yang kerap mengenakan baju warna hitam ini.
(aan/)











































