UN Women Puji Standar Layanan Tim Unit Darurat Gojek

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 19:39 WIB
Pelatihan Oleh UN Women terhadap Tim Unit Darurat Gojek
Pelatihan oleh UN Women terhadap Tim Unit Darurat Gojek/Foto: Istimewa
Jakarta -

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional tahun 2021, Gojek bekerja sama dengan UN Women untuk memberikan refresher training kepada Tim Unit Darurat Gojek. Adapun pelatihan ini dimaksudkan untuk memperkuat standar dan kemampuan tim dalam menangani laporan terkait kekerasan seksual agar menciptakan rasa aman bagi pelanggan dan mitra driver.

Head of Program UN Women, Dwi Yuliati Faiz memberikan apresiasi kepada Gojek atas upaya ini serta komitmen Gojek untuk kesetaraan gender. Diinformasikan, Gojek telah menjadi pionir di industri yang menandatangani women empowerment principles ini di antara 58 perusahaan besar di Indonesia dan lebih dari 4.000 lainnya di tingkat global. Inisiatif Gojek adalah langkah konkret komitmen tersebut.

"Kami sangat berbangga komitmen ini bisa dijalankan. Kami mengapresiasi Gojek yang walk the talk, menindaklanjuti penandatanganan komitmen dengan membuat aksi yang nyata. Ini yang kami sangat harapkan banyak perusahaan yang juga melakukan yang hal yang sama," ungkap Dwi.

"Bukan hanya inisiatif dan komitmennya, tetapi kami juga mengapresiasi antusiasme dan pengetahuan yang dimiliki Tim Unit Darurat Gojek terkait penanganan laporan kekerasan seksual. Gojek, adalah salah satu pihak swasta yang memulai langkah berani ini. Saya mengharapkan akan ada banyak perusahaan transportasi yang mengikuti langkah Gojek dan Tim Darurat Gojek harus juga menjadi pionir dalam menerapkan kemampuan barunya," Dwi menambahkan.

Lebih lanjut, Dwi memaparkan pelatihan yang difasilitasi UN Women untuk Tim Unit Darurat Gojek ini mengangkat materi tentang pengertian dasar gender, kekerasan seksual, dan juga penanganan laporan kekerasan seksual.

Dwi menilai aspek tersebut dapat membantu petugas untuk mengambil langkah tepat dalam proses penanganan laporan sehingga Tim Unit Darurat Gojek dapat menjadi bagian dari solusi yang mampu menangani laporan yang masuk.

Saat ini prevalensi atau kemungkinan perempuan untuk mengalami kekerasan seksual selama hidupnya pada usia 15 sampai 64 tahun di Indonesia berada di tingkat menengah, namun cenderung tinggi, yaitu pada angka 18,3%. Dwi menghimbau untuk Indonesia tidak berpuas diri dan menambahkan perhatian terhadap isu ini. Dwi kemudian menambahkan "Dan ini makanya penting untuk saya hadir di sini dan mengapresiasi apa yang dilakukan teman-teman Gojek."

Senior Manager Public Affairs Gojek, Josefhine Chitra mengatakan keamanan dan keselamatan baik pengguna maupun driver perempuan menjadi prioritas utama, sehingga Gojek terus berupaya untuk meningkatkan standar keamanan layanan transformasi, salah satunya dengan meluncurkan inisiatif Perempuan #AmanBersamaGojek sejak tahun 2019.

"Walau kami berharap tidak akan ada pengguna yang perlu menekan emergency button di aplikasi kami, kami tetap mempersiapkan diri jika insiden buruk terjadi, termasuk dengan memberikan refresher training dalam hal penanganan pelaporan kepada Tim Unit Darurat Gojek yang kali ini diajarkan oleh UN Women," ujar Josefhine.

Selain itu, lanjut Josefhine, Gojek juga telah mempunyai prosedur untuk menawarkan bantuan layanan psikologis, medis, dan hukum jika korban membutuhkan.

"Kami berharap pengguna dan mitra senantiasa terlindungi dari awal hingga akhir menggunakan layanan transportasi kami," tambahnya.

Dia menjelaskan, pelatihan yang diberikan kepada Tim Unit Darurat akan berfokus pada penerapan prinsip fundamental dalam menangani pelapor. Prinsip tersebut mencakup, 1) Menciptakan rasa aman melalui empati, penerimaan, dan kepedulian, 2) Tidak menyalahkan korban, 3) Tidak menghakimi, 4) Membangun hubungan yang setara, 5) Menghargai latar belakang yang berbeda, dan 6) Memberdayakan korban melalui pemberian informasi yang berguna. Josefhine berharap lewat keenam prinsip tadi, petugas dari Tim Unit Darurat bisa memberikan penanganan yang lebih mumpuni dengan mengadopsi perspektif korban.

"Apa yang Gojek lakukan merupakan langkah preventif dalam menghadirkan keamanan bagi seluruh pengguna, khususnya kelompok perempuan. Di momentum Hari Perempuan Internasional, Gojek ingin memastikan setiap perempuan dapat terus produktif untuk berkarya tanpa khawatir dengan hambatan-hambatan dari sisi keamanan," tutup Josefhine.

(akn/ega)