DPR Ingatkan Supaya Kasus Muladi Tidak Geser Isu Surat Sudi
Selasa, 28 Feb 2006 10:03 WIB
Jakarta - Surat sakti mantan Mensesneg Muladi terkait izin frekuensi penyiaran Global TV menghebohkan berbagai pihak termasuk DPR. Namun, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Yusron Ihza mengingatkan agar isu surat Seskab Sudi Silalahi tidak menghilang dengan adanya surat Muladi. "Ini jangan geser kasusnya Pak Sudi, tapi semua harus di selesaikan. Karena menyangkut kewibawaan pemerintah saat ini, " kata Yusron ketika dihubungi detikcom Selasa (28/2/2006).Yusron juga meminta, Muladi mengklarifikasi surat sakti tersebut. Ini untuk menghindari adanya kesimpang siuran informasi di publik."Pak Muladi harus berikan penjelasan agar clear. Kalau memang tidak salah, kenapa takut, " paparnya.Menurut Yusron, jika benar surat itu dilayangkan Muladi atas perintah mantan presiden Habibie, berarti telah terjadi penyelewengan kekuasaan dan penyalahgunaan jabatan. Karena itu Muladi harus diperiksa."Apapun namanya mau surat sakti, katebelece, itu semua tidak bisa dibenarkan. Ini berbahaya bagi keadilan kita. Warga negara punya hak yang sama," ungkap Yusron.Politisi Partai Bulan Bintang ini menilai, karena surat tersebut terkait dengan mantan Presiden Habibie, juga perlu dipertimbangkan memeriksa Habibie untuk meminta klarifikasi keluarnya surat tersebut."Itu surat kan keluar pada eranya pak Habibie, mungkin itu perintah beliau, mungkin juga tidak, agar ada kejelasan ada baiknya Pak Habibie juga dimintai keterangan sebagai saksi," jelasnya.
(ahm/)











































