KSAD Ungkap Rekrutmen Aprilia Manganang ke TNI hingga Hasil Tes Buktikan Pria

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 18:36 WIB
Jakarta -

KSAD Jenderal Andika Perkasa menceritakan awal bergabungnya Serda Aprilia Manganang menjadi prajurit TNI AD. Andika merasa ikut bertanggung jawab atas peristiwa yang dialami Manganang.

Andika menjelaskan Aprilia Manganang direkrut sebagai anggota TNI AD lewat rekrutmen khusus bintara yang berprestasi pada 2016. Andika mengatakan pemeriksaan medis saat itu memang tidak lengkap.

"Berdasarkan pemeriksaan medis memang sejak dilahirkan Manganang adalah laki-laki, tapi kan tahunya setelah kemarin tanggal 3 Februari. Pemeriksaan kesehatan memang saat itu 2016 ada program khusus AD merekrut mereka-mereka yang punya prestasi, dan AD waktu itu memutuskan menerima. Lagi-lagi saat itu pemeriksaan memang tidak dilakukan selengkap yang kami gelar minggu lalu. Itulah jawaban saya. Oleh karena itu, saya sebagai pimpinan AD saat ini merasa bertanggung jawab untuk membantu dia mendapatkan apa yang seharusnya ditakdirkan pada saat dia dilahirkan," kata Jenderal Andika di Mabes AD, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2021).

Andika menjelaskan Aprilia Manganang awalnya ditempatkan di Bandung pada 2016 dan seterusnya sejak 2018 bertugas di Kodam Manado. Andika menceritakan bahwa Manganang merupakan sosok prajurit yang disiplin.

"Sejak dia lulus 2016 dia ditempatkan di Dinas Jasmani di Bandung, tapi mulai 2018 sampai sekarang dia ditempatkan di Kodam Manado. Dia adalah prajurit yang punya disiplin karena selama dinas sama sekali tidak ada pelanggaran, orangnya sangat nurut dan saya yakin itu adalah satu attitude ya, kalau kita lihat dia sebelum bergabung TNI ada dia punya prestasi juga menunjukkan orang yang punya komitmen, disiplin, dan selama dinas selalu masuk dinas sesuai jam dan tidak ada perintah yang diberikan kepada dia yang tidak dilakukan," ungkapnya.

Atlet voli kekar.Aprilia Manganang (Foto: Instagram/manganang)

Andika mengungkapkan Aprilia Manganang hanya tidak punya kemampuan melawan kondisinya terdahulu. Sampai akhirnya, Andika memanggil Manganang ke Jakarta untuk melakukan pengecekan dan membantunya dalam mengatasi masalah yang dia hadapi.

"Saya panggil kemudian saya intinya ingin membantu apa yang bisa kami bantu. Sersan Manganang diklaim sebagai wanita punya akta kelahiran wanita, tapi penampilan fisiknya tidak seperti wanita lainnya. Saya berkonsultasi menawarkan apa yang kami bisa bantu untuk dia," ungkap Andika.

"Akhirnya Sersan Manganang rupanya menyambut dengan sangat excited. Rupanya inilah yang ditunggu-tunggu. Kami hadirkan tim RSPAD lengkap kemudian kita lakukan pemeriksaan lengkap dengan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan yang kami punya," tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, Sersan Manganang ternyata memiliki organ kelamin laki-laki. Hormonnya juga hormon laki-laki. Sersan Manganang ternyata mengalami kelainan bernama hipospadia sehingga awalnya dikira perempuan.

"Dari hasil pemeriksaan itu ternyata bahwa dilihat dari pemeriksaan urinologi bahwa Sersan Manganan lebih memiliki organ jenis kelamin laki-laki. Bahkan tidak ada organ-organ internal jenis kelamin wanita. Pemeriksaan hormonal juga begitu, hormonalnya normal, testosteron diukur secara faktual dan ilmiahnya, Sersan Manganang punya hormon normal laki-laki," jelas Andika.

Kelainan hipospadia pada Sersan Manganang membutuhkan penanganan berupa operasi. TNI AD dalam hal ini membantu Manganang dalam corrective surgery sebanyak dua kali. Saat ini, Manganang sudah menjalani operasi tahap pertama dan masih recovery di RSPAD, Jakarta.

"Operasi ini yang saya katakan tadi adalah corrective surgery itu istilahnya atau operasi korektif. Jadi tidak ada pergantian kelamin yang bukan administrasi tadi. Kalau tadi yang akan kita urus ke Pengadilan Negeri Tondano tadi kan administrasi kependudukannya. Tetapi Manganang adalah laki-laki dan tidak ada pergantian secara fisik yang mungkin tadinya dari organ-organ kelamin wanita menjadi pria. Itulah penegasan saya," tegasnya.

(run/imk)