Satgas Jelaskan Gejala Long COVID, Minta Warga Sehat Disiplin Prokes

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 18:09 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Wiku Adisasmito (Screenshot YouTube Setpres)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 mengatakan penyintas COVID-19 yang telah dinyatakan negatif hasil tesnya masih dapat merasakan gejala COVID-19, baik ringan maupun berat, setelah beberapa minggu dinyatakan pulih. Ada beragam gejala pasien yang mengalami long COVID-19, apa saja?

"Terkait isu COVID-19 salah satunya dengan long COVID-19, yang secara prinsip dapat diartikan sebagai gejala sakit yang berkepanjangan yang diderita setelah tes COVID-19 menunjukkan hasil negatif," kata Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers virtual yang disiarkan di Sekretariat Presiden, Selasa (9/3/2021).

Adapun CDC di Amerika mengamati gejala berkepanjangan yang biasanya diderita oleh penderita long COVID-19. Umumnya gejala tersebut di antaranya adalah kelelahan, kesulitan bernafas, batuk, sakit persendian dan sakit dada. Sementara gejala lainnya adalah kesulitan untuk berpikir atau konsentrasi, depresi, sakit pada otot, sakit kepala, demam, dan jantung berdebar.

"Meski kasusnya jarang ada juga ditemui komplikasi medis yang mungkin menyebabkan masalah berkepanjangan di beberapa penyintas COVID-19. Masalah ini tampak mempengaruhi sistem organ tubuh yang berbeda antara lain jantung terjadi pembengkakan otot jantung, kemudian pernafasan masalah terhadap fungsi paru-paru, kerusakan ginjal akut, gatal-gatal dan rambut rontok, masalah pada indra penciuman dan perasa," ujar Wiku.

Berdasarkan penelitian sebagian besar orang penderita COVID-19 mengalami gejala ringan hingga sedang. Sedangkan 10-15 persen kasus memiliki gejala berat dan sekitar 5 persen kasus menderita penyakit yang kritis.

Wiku mengatakan secara umum penderita COVID-19 akan sembuh dalam waktu 2-6 minggu. Namun sebagian orang masih merasakan gejala setelah beberapa minggu dinyatakan pulih.

"Hal ini dapat terjadi juga kepada mereka yang menderita gejala ringan, mereka yang berusia muda atau anak-anak dan juga tidak memiliki komorbid," ujarnya.

Lebih lanjut, Satgas COVID-19 mengungkap hasil penelitian menunjukkan pada sampel yang berumur 18-34 tahun yang sebelumnya sehat, sekitar 20 persennya atau 1 di antara 5 orang melaporkan beberapa gejala yang berkepanjangan setelah menderita COVID-19. Wiku menyebut penyintas COVID-19 yang mengalami gejala long COVID-19 tidak akan menularkan gejala yang sama pada orang lain.

"Namun harap dijadikan catatan bahwa mereka yang menderita long COVID-19 tidak akan menularkan gejala yang sama ataupun virus COVID-19 kepada mereka yang berada di sekitarnya," ungkap Wiku.

"Meski masih dibutuhkan penelitian lebih jauh terkait long COVID-19 untuk memahami efek jangka panjang dari COVID-19, penyebab gejala yang berkepanjangan dan beberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sepenuhnya pulih dari gejala berkepanjangan COVID-19," sambungnya.

Berkaca dari fenomena long COVID-19, Wiku berharap temuan tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait penularan COVID-19. Sebab, fenomena long COVID-19 dapat dirasakan pada mereka yang berusia muda dan tidak memiliki penyakit komplikasi.

"Saya harap dengan adanya temuan ini masyarakat dapat lebih waspada dampak negatif pada kesehatan ini tidak hanya dirasakan oleh mereka yang menderita komorbid tapi juga oleh mereka yang berumur cukup muda, bahkan tidak menderita komorbid apa pun," ungkapnya.

"Dengan adanya hasil penelitian ini saya juga sangat berharap beberapa bagian dari masyarakat yang bersikap acuh pada COVID-19, bahkan tidak percaya dapat menimbang kembali caranya beraktivitas. Ingatlah penyakit apapun secara prinsip akan membuat kita merasa tidak nyaman. Dampak jangka panjang dari long COVID-19 tersebut sangat berpotensi juga untuk mengganggu produktivitas ke depannya," sambung Wiku.

Meski begitu, Satgas meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta masyarakat yang mengalami gejala yang sama segera pergi ke fasilitas kesehatan.

"Walaupun fakta-fakta yang saya paparkan mungkin terlihat menakutkan, namun saya meminta masyarakat untuk tetap tenang. Jika mulai merasakan gejala seperti yang saya sebutkan sebelumnya maka segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat," ungkapnya.

Wiku juga mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Hal itu untuk mencegah penularan COVID-19.

Lihat juga Video: Setahun Corona, Pasien 01 RI Alami Long Covid-19

[Gambas:Video 20detik]



(yld/jbr)