ICW: Kasus di Ditjen Pajak Libatkan 3 Korporasi Besar, Nilai Suap Rp 50 M!

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 16:38 WIB
EGI PRIMAYOGHA
Peneliti ICW Egi Primayogha (20detik)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK mengusut tuntas kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Pajak (DJP/Ditjen Pajak). ICW menyebut kasus dugaan suap di Ditjen Pajak ini melibatkan tiga perusahaan besar, dengan nilai suap diduga hingga Rp 50 miliar.

"APA diduga menerima suap agar dapat merekayasa surat ketetapan pajak (SKP) dari tiga perusahaan besar. Nilai suap ditengarai mencapai Rp 50 miliar," kata peneliti ICW Egi Primayogha, kepada wartawan, Selasa (9/3/2021).

Egi menilai kasus suap di Ditjen Pajak yang sedang ditangani KPK mengkhawatirkan karena kembali menunjukkan adanya kongkalikong antara aparat perpajakan dan wajib pajak. Praktik itu, kata dia, telah menjadi rahasia umum, tapi proses hukum untuk menuntaskan kasus hingga ke aktor utamanya kerap tak serius.

ICW mencatat, sepanjang 2005-2019, terdapat 13 kasus korupsi perpajakan yang menunjukkan kongkalikong antara oknum pejabat pemerintah dan swasta. Dari seluruh kasus tersebut, terdapat 24 pegawai pajak yang terlibat. Modus umum dalam praktik korupsi pajak adalah suap.

"Total nilai suap dari keseluruhan kasus tersebut mencapai Rp 160 miliar. Ini tentu belum dihitung nilai kerugian negara akibat berkurangnya pembayaran pajak oleh wajib pajak korporasi," ucap Egi.

Egi mengatakan setidaknya ada tiga kasus korupsi yang melibatkan pegawai negeri sipil di DJP dan pernah menarik perhatian publik. Pertama, kasus yang menjerat Gayus Tambunan, pegawai negeri sipil di DJP yang diketahui menerima suap dan gratifikasi hingga Rp 925 juta, USD 659,800, dan SGD 9,6 juta, serta melakukan pencucian uang.

"Kedua, kasus yang menjerat mantan Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta VII DJP Kemenkeu Bahasyim Assifie. Ia terbukti menerima suap senilai Rp 1 miliar dan terbukti melakukan pencucian uang. Ketiga, kasus yang menjerat Dhana Widyatmika, pegawai di DJP yang terbukti menerima gratifikasi dengan total nilai Rp 2,5 miliar, melakukan pemerasan, dan melakukan pencucian uang," katanya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat Video "Pegawai Pajak Diduga Terlibat Suap Mundur, KPK: Kita Proses!":

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2