Perjalanan Rasulullah & Malaikat yang Menemani Isra Miraj

Puti Yasmin - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 10:02 WIB
Penampakan bulan di langit terlihat pada sore hari, Minggu (27/12) di wilayah Depok, Jawa Barat setelah diguyur hujan selama kurang lebih satu jam
Foto: DEDYISTANTO/Ilustrasi Perjalanan Rasulullah & Malaikat yang Menemani Isra Miraj


Hikmah Isra Miraj dikutip dari CNN Indonesia:

  • -Allah Menyayangi Hambanya

Perjalanan Isra Miraj menjadi bentuk penghiburan Allah SWT kepada Nabi Muhammad. Sebab, di tahun peristiwa tersebut Rasulullah banyak dilanda cobaan dan ditinggal oleh orang terdekatnya.

"Bahwa Allah sangat menyayangi hambanya yang beriman. Ketika Nabi berada pada ujian yang luar biasa, Allah memberikan kepadanya peristiwa yang menunjukkan orang yang beriman sangat disayangi oleh Allah," ungkap pendiri pondok pesantren Al-Afifiyah KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi beberapa waktu lalu.

  • -Keimanan Meningkat Setelah Cobaan

Cobaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad sebelum Isra Miraj merupakan ujian untuk meningkatkan keimanan. Sehingga, seseorang yang mendapat cobaan tentu kualitas imannya akan meningkat.

"Siapa yang berhasil melewati ujian kehidupan, Allah akan membuat peringkat imannya semakin kuat. Kualitas keimanan akan naik serta mendapatkan ketentraman dan karunia dari Allah," sambung dia.

  • -Memperbaiki Kualitas Sholat

Perjalanan Isra Miraj menjadi pengingat umat Muslim untuk terus meningkatkan kualitas sholat yang dikerjakan. Sebab, awalnya Rasulullah menerima perintah sholat sebanyak 50 kali.

"Salat lima waktu untuk menyambungkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Akan sangat rugi apabila meninggalkannya. Karena salat lima waktu bukan beban, melainkan karunia," ungkap Wahyul.

  • -Terjadi di Malam Hari

Ada beberapa alasan, mengapa Isra Miraj yang terjadi di malam hari. Menurut Wahyul, Allah memilih perjalanan di malam hari karena ingin melihat hambanya yang benar-benar beriman. Sebab, di waktu tersebut biasanya semua orang terlelap.

  • -Mempercayai Kekuasaan Allah

Hikmah Isra Miraj terakhir adalah mempercayai kekuasaan Allah SWT. Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan ke langit ketujuh dalam semalam tentu tidak dapat terjadi tanpa kekuasaan Allah.

"Diperlukan kacamata keimanan untuk mempercayai kejadian luar biasa ini sebagai kekuasaan dari Allah," tutup Wahyul.


(pay/erd)