Selamatkan Blok Cepu, Pertamina Harus Jadi Operator

Selamatkan Blok Cepu, Pertamina Harus Jadi Operator

- detikNews
Selasa, 28 Feb 2006 07:44 WIB
Jakarta - Saat ini siapa pengelola Blok Cepu masih tanda tanya. Pemerintah ingin supaya Blok Cepu dikelola secara Joint Company antara Pertamina dan Exxon Mobil. Namun, hal ini ditolak beberapa kalangan. Salah satunya datang dari Gerakan Rakyat Penyelamat Blok Cepu (GRPBC) yang menilai Cepu milik rakyat Indonesia."Pemilik Blok Cepu adalah rakyat Indonesia bukan pemerintah. Pemerintah harus menjaga martabat bangsa yang bebas dan berdaulat dari tekanan asing yang ingin menguras sumber daya alam Indonesia," kata Koordinator GRPBC Marwan Batubara dalam rilis yang diterima detikcom Selasa (28/2/2006).Menurut Marwan, keraguan pemerintah kepada Pertamina untuk mengelola Blok Cepu patut dipertanyakan. "Ini adalah suatu yang aneh. Kalau pemerintah tidak percaya diri sendiri maka kepada siapa lagi harus percaya. Lagi pula kalau dilakukan oleh Pertamina memudahkan untuk melakukan pengontrolan," tukasnya.Namun sebaliknya, jika pelaksana Blok Cepu ini diserahkan kepada pihak asing (Exxon Mobil) kasus-kasus yang terjadi di Freeport, Newmont akan terulang kembali. "Gara-gara kekayaan alam diserahkan ke asing maka daerah tersebut sering bergejolak. Karena terjadi ketidakadilan kesejahteraan penduduk lokal dan pekerja asing," cetus Marwan.Bagi GRPBC urai Marwan, Pertamina memiliki kemampuan untuk mengelola Blok Cepu dengan berbagai pertimbangan dan alasan. "Diantaranya Pertamina telah menyediakan dana yang cukup. Selain itu telah berpengalaman melakukan eksplorasi di dalam dan luar negeri," papar Marwan.Oleh karena itu GRPBC mendesak pemerintah untuk melakukan penyelamatan blok Cepu dengan cara menyerahkan operatornya kepada Pertamina. "Pemerintah harus sadar bahwa Pertamina merupakan pemegang konsesi Blok Cepu sejak awal," tutur anggota DPD dari DKI Jakarta ini. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads