Terima Vaksin COVID-19, Polisi NTB: Lebih Segar dan Semangat

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 22:24 WIB
Polda NTB
Foto: Polda NTB
Jakarta -

Anggota Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mulai Menerima Vaksin COVID-19. Pemberian vaksinasi untuk para polisi di Polda NTB dilakukan secara bertahap selama tiga hari.

Di hari pertama, Senin (8/3) vaksin diberikan kepada 363 anggota yang terdiri dari Pejabat Utama (PJU), PAMEN, PAMA, dan Personil SPN Polda NTB.

Berikutnya di hari Selasa (9/3) vaksinasi dilakukan terhadap 394 anggota Ditlantas, Dit Samapta, Dit Intelkam, Ditbinmas dan SPN Polda NTB. Berlanjut pada Rabu (10/3) 357 anggota di Ditreskrimum, Ditresnarkoba, Ditpamobvit, Ditpolairud, Ditreskrimsus dan Dittahti Polda NTB akan divaksin.

"Insyaallah proses pemberian vaksin untuk anggota polisi di Polda NTB akan bertahap dan terus maraton," terang Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf yang menerima vaksin pertama di Polda NTB mengungkapkan tubuhnya terasa lebih segar dan lebih bersemangat usai divaksin.

"Saya merasa lebih segar dan lebih bersemangat setelah divaksin," cetus Helmi.

Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan (Kabiddokes) Polda NTB Kombes Pol dr Erwin Zainul Hakim menjelaskan untuk tiga hari ke depan pihaknya sudah menyiapkan 1000 vaksin untuk anggota Kepolisian di lingkup Polda NTB.

Polda NTBFoto: Polda NTB

"Besok kita minta lagi vaksinnya untuk proses pemberian vaksin pada hari hari berikutnya," imbuh Erwin.

Diungkapkan dr Erwin, ada 5.000 lebih anggota Polisi yang tersebar di NTB yang akan menerima vaksin.

"Mudah-mudahan minggu ini semua anggota Polisi di Polda NTB bisa mendapat vaksin, dan hari ini proses vaksinasi terhadap anggota juga diadakan diseluruh Polres jajaran Polda NTB," terang Erwin.

Erwin menambahkan proses vaksinasi di Polda NTB dan Polres di jajaran Polda NTB, dilakukan dengan empat tahapan. Tahapan pertama, orang yang akan disuntik vaksin harus lolos verifikasi pendaftaran melalui aplikasi Pcare yang akan di periksa di Meja 1A, sedangkan anggota yang belum mendaftar melalui aplikasi Pcare akan diperiksa di Meja 1B.

Kemudian berlanjut ke pos dua untuk skrining dan anamnase. Di pos ini calon penerima vaksin akan diperiksa secara detail termasuk di-screening ada tidaknya penyakit penyerta/komorbid.

"Pos dua ini akan diberikan pertanyaan sebanyak 16 item termasuk ada tidaknya penyakit bawaan. Jika ada satu saja item yang tidak sesuai syarat, maka dia tidak boleh menerima vaksin," kata Erwin.

Polda NTBFoto: Polda NTB

Jika sudah dinyatakan lolos dari pos dua, anggota menerima vaksin di pos tiga. Lalu, usai disuntik penerima vaksin akan menjalani masa observasi selama 30 menit di pos empat. Observasi ini untuk melihat gejala klinis yang muncul setelah pemberian vaksin atau KIPI (Kejadin Ikutan Pasca Imunisasi).

"Selama masa observasi ini, akan dipantau gejala klinis yang muncul pasca pemberian vaksin. Jika timbul efek samping dari vaksin berupa gejala klinis akan dimasukkan ke kamar KIPI," ungkap Erwin.

(fhs/ega)