Klaim KLB di Sumut Konstitusional, Jhoni Allen: Moeldoko Sah Jadi Ketum PD

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 19:34 WIB
Jakarta -

Sekjen Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Jhoni Allen Marbun, mengatakan KLB digelar secara sah. Ia menegaskan Moeldoko sudah dipilih menjadi Ketum PD melalui KLB yang konstitusional.

"Kami melakukan KLB secara konstitusional melalui tahapan-tahapan acara kongres luar biasa, sekaligus membatalkan majelis tinggi yang mengamputasi demokrasi-demokrasi di Demokrat harus persetujuan mejelis tinggi. Ini adalah bertentangan dengan UU Parpol Pasal 5 ayat 2," tegas Jhoni kepada wartawan, Senin (8/3/2021).

Menurut Jhoni, Moeldoko dapat terpilih menjadi Ketum melalui proses mekanisme pencalonan secara voting. Ia mengatakan awalnya ada dua kandidat kuat yang layak menjadi Ketum PD versi KLB Deli Serdang, yakni Moeldoko dan Marzuki Alie.

Namun dalam proses voting lanjutan, Jhoni menjelaskan, Moeldoko mendapat suara lebih banyak daripada Marzuki Alie. Karena itu, Moeldoko pun ditetapkan sebagai Ketum PD versi KLB Deli Serdang yang sah.

"KLB yang konstitusional memilih Pak Moeldoko jadi Ketum adalah sah karena dilalui oleh proses mekanisme aturan sebagaimana mestinya, yaitu proses pencalonan dimana pada pencalonan itu ada 2 yang muncul, Moeldoko dan Marzuki Alie," ujarnya.

"Pada voting berikutnya, Moeldoko melebihi suara Marzuki Alie. itu kehadiran Pak Moeldoko menjadi Ketum Partai Demokrat," sambungnya.

Lebih lanjut, Jhoni pun mengungkapkan Moeldoko tidak pernah berkeinginan masuk ke Partai Demokrat. Menurutnya, para kader meminta Moeldoko masuk ke PD karena melihat adanya krisis kepemimpinan dan demokrasi dalam internal Partai Demokrat.

"Bahwa Bapak Moeldoko tidak pernah berkeinginan masuk kepada Partai Demokrat. Namun, kami beberapa senior Partai Demokrat melihat terjadinya adanya krisis kepemimpinan dan krisis demokrasi di dalam tubuh Partai Demokrat, kami meminang bapak Moeldoko untuk mau bergabung terhadap Partai Demokrat," tegasnya.

KLB PD di Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, memutuskan Moeldoko sebagai Ketua Umum. Selain itu, KLB Demokrat menetapkan politikus senior PD Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina PD.

"Keputusan KLB Partai Demokrat tentang penetapan Ketua Dewan Pembina. Dengan Rahmat Tuhan Yang Mahakuasa, KLB Partai Demokrat menimbang dst, mengingat dst, memperhatikan dst. Memutuskan, menetapkan penatapan Kedua Dewan Pembina PD 2021/2025, Bapak Dr Marzuki Alie," kata pimpinan sidang KLB Demokrat, Jhoni Allen, di lokasi acara, The Hill Hotel and Resort, Jumat (5/3).

Dalam KLB Demokrat ini juga ada sejumlah keputusan lain. Beberapa di antaranya melakukan perbaikan dan penyesuaian AD/ART Partai Demokrat hingga menghilangkan jabatan Majelis Tinggi.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY datang ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Tujuan kedatangan AHY adalah ingin menyampaikan keberatan atas berlangsungnya acara yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Namun, AHY belum memerinci bukti dan berkas apa saja yang dibawanya. AHY hanya datang sambil memegang sebuah berkas. Selain itu, ada berkas-berkas yang dibawa masuk ke Kemenkumham dan ditaruh dalam 2 boks besar berlogo PD.

"Saya hadir hari ini dengan niat yang baik untuk menyampaikan surat resmi kepada Menteri Hukum dan HAM dan tentu jajaran Kementerian Hukum dan HAM untuk menyampaikan keberatan agar Kementerian Hukum dan HAM menolak (hasil KLB Deli Serdang)," ucap AHY di gedung AHU Kemenkumham, Jalan H R Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (8/3).

(hel/isa)