Momen Haru Komjen Paulus Tinggalkan Polda Papua, Titip Salam ke Tokoh Adat

Wilpret Siagian - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 17:10 WIB
Komjen Paulus Waterpauw usai upacara sertijab Kapolda Papua (Wilpret S/detikcom)
Foto: Komjen Paulus Waterpauw usai upacara sertijab Kapolda Papua (Wilpret S/detikcom)
Jayapura - Upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolda Papua diwarnai momen haru. Komjen Paulus Waterpauw yang kini menjabat Kapala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri sempat meneteskan air mata saat meninggalkan Mapolda Papua.

Komjen Paulus menitipkan salam kepada para tokoh adat yang ada di Bumi Cenderawasih. Dia mengungkap peran penting para tokoh adat.

"Saya titip salam kepada para tokoh masyarakat Papua, karena merekalah segala persoalan yang kita hadapi di Papua dapat diselesaikan dengan baik dan aman," ujar Paulus saat acara lepas sambut di Mapolda Papua, Senin (8/3/2021).

Putra asli Papua ini mengatakan bertugas di Papua punya banyak tantangan. Dia mengatakan komunikasi dengan berbagai pihak terutama dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas di Papua.

Diketahui, Paulus dua kali menjabat sebagai Kapolda Papua. Banyaknya momen yang dijalani meninggalkan berbagai macam pengalaman dan perasaannya. Rasa haru itu membuat Paulus meneteskan matanya.

Dia juga berpesan kepada Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri agar selalu bersama-sama dengan para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyambut baik pesan Kabaintelkam.

Irjen Mathius menyatakan siap membangun komunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda). Dia mengatakan kepolisian akan menindak tegas apabila ada pihak yang menyalahgunakan anggaran di Papua.

"Ya, kami lihat Pemerintah Provinsi Papua masih salah dalam mempresentasi karena itu ada dugaan penyalahgunaan Dana Otsus," kata Mathius.

"It's ok kalau pemerintah daerah merasa demikian tapi saya Kapolda baru akan membangun komunikasi supaya bisa sejalan sinergi dalam membangun tanah Papua bukan melakukan korupsi karena kita diperintah untuk mendorong (pembangunan) dan menjaga itu (dana)," tambahnya. (jbr/jbr)