Gubernur Sumsel Lepas Jenazah Bupati Kuryana Aziz untuk Dimakamkan di OKU

Prima Syahbana - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 14:50 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru melepas jenazah Bupati OKU Kuryana Aziz untuk dimakamkan di OKU (Prima Syahbana/detikcom)
Gubernur Sumsel Herman Deru melepas jenazah Bupati OKU Kuryana Aziz untuk dimakamkan di OKU. (Prima Syahbana/detikcom)
Palembang -

Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Azis, akan dimakamkan di OKU. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru dan Wali Kota Palembang Harnojoyo ikut melepas pemberangkatan jenazah Kuryana dari RS Charitas Palembang ke OKU.

Pantauan detikcom, Senin (8/3/2021), di RS Charitas Palembang, Herman Deru dan Harnojoyo menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Kuryana. Prosesi persemayaman hingga pemindahan jenazah Kuryana ke mobil ambulans dilaksanakan menggunakan protokol kesehatan COVID-19.

Setelah proses pengkafanan, jenazah Kuryana sempat disalatkan dan dibawa ke Baturaja, OKU, untuk dimakamkan.

"Saya mendapat kabar bupati OKU harus dirawat di RS. Saya laksanakan tugas konstitusi bersama Bupati lainnya dan beliau secara virtual. Difasilitasi oleh RS RK Charitas," kata Herman Deru kepada wartawan di RS Charitas, Senin (8/3/2021).

Herman Deru mengaku mendapat kabar Kuryana Aziz mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.30 WIB di RS RK Charitas Palembang.

"Kesehatan beliau fluktuatif. Kadang membaik kadang drop. Pagi tadi. Kita mendapatkan kabar sekitar pukul 08.30 WIB beliau meninggal dunia," kata Deru.

Gubernur Sumsel Herman Deru melepas jenazah Bupati OKU Kuryana Aziz untuk dimakamkan di OKU (Prima Syahbana/detikcom)Prosesi pelepasan jenazah Bupati OKU Kuryana Aziz diterapkan protokol kesehatan COVID-19. (Prima Syahbana/detikcom)

Proses persemayaman Kuryana menerapkan protokol kesehatan, katanya, bertujuan antisipasi karena Kuryana pernah dirawat di RS setelah dinyatakan positif COVID-19. Namun, kata Deru, protokol kesehatan diterapkan bukan menjustifikasi Kuryana meninggal dalam kondisi COVID-19.

"Hipertensi dan DM ada riwayat. Kenapa memakai APD? Kita berjaga saja karena sebelum beliau wafat. Belum dicek lagi apakah masih positif atau tidak. Postmortem butuh waktu, dua jam dengan standar COVID-19 pengkafanan," terangnya.

"Sebelumnya memang terpapar tapi belum dicek ulang. Kita masih berduka," imbuhnya.

Pantauan detikcom sebelumnya, saat pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih yang dilakukan Gubernur Sumsel, Herman Deru, pada 26 Februari 2021, Kuryana tak hadir. Ia hanya mengikuti prosesi pelantikan secara virtual. Kondisi kesehatan Kuryana Aziz memang sempat dikabarkan menurun.

"Alhamdulillah baru saja kita melantik 6 kepala daerah di Sumsel. Cuma satu ada yang harus virtual, Pak Kuryana harus berbaring di rumah sakit, isolasi karena kena COVID-19," kata Herman Deru, Jumat (26/2).

(jbr/jbr)