Jokowi Perintahkan BPPT Buru Teknologi: Jangan Sekadar Beli Mesin Jadi!

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 10:56 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ada tiga arahan yang diberikan.

Pertama, BPPT diminta untuk berburu inovasi dan teknologi. Jokowi yakin lembaga riset di Indonesia pasti memiliki banyak temuan yang siap diterapkan.

"BPPT harus berburu inovasi dan teknologi untuk dikembangkan dan siap diterapkan. Saya yakin ratusan ribu peneliti, ribuan lembaga riset teknologi di pemerintah dan swasta dan jutaan inovator di masyarakat luas pasti memiliki banyak temuan. Mungkin itu temuan awal yang masih perlu dikembangkan, mungkin temuan matang yang siap diterapkan dan langsung bisa diindustrikan," tutur Jokowi dalam sambutannya di Rakernas Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT Tahun 2021, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (8/3/2021).

Menurut Jokowi, selama pandemi COVID-19, banyak inovasi alat kesehatan yang ditemukan. Dari ventilator, respirator, GeNose, hingga RI-GHA COVID-19 yang merupakan alat rapid test antibodi.

"Dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebut satu per satu, demikian pula temuan di bidang lain terutama pangan dan energi, juga yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi UMKM, mempermudah sinergi antara usaha kecil dan besar dan meningkatkan kualitas hidup rakyat banyak," kata dia.

Kedua, Jokowi meminta BPPT menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari mana pun. Menurutnya, akuisisi teknologi dari luar negeri menjadi kunci percepatan pemulihan ekonomi Indonesia.

Perintah ini, kata Jokowi juga ditujukan untuk Menko Maritim dan Investasi, Menko Perekonomian, Menko Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN, dan Kepala BKPM.

"Teknologi sekarang berjalan sangat cepat sekali dan teknologi yang kita butuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional mungkin saja belum diproduksi di dalam negeri, jadi strategi akuisisi teknologi dari luar negeri menjadi kunci percepatan pemulihan ekonomi kita. BPPT harus mempersiapkan strategi akuisisi teknologi dari luar yang sangat bermanfaat dan bisa diimplementasikan secara cepat dan kita harus memulai agar tidak sekadar membeli turn key technology, penting sekali," papar Jokowi.

"Sering kita hanya terima kunci, terima jadi, akhirnya berpuluh-puluh tahun kita tidak bisa membuat teknologi itu, jadi jangan sekadar membeli mesin jadi dan sekaligus bersama seluruh ahlinya. Tapi kita harus membuat kerja sama produksi teknologi di Indonesia, ini tolong digarisbawahi harus membuat kerja sama produksi teknologi di Indonesia yang melibatkan para teknolog di Indonesia sehingga transfer pengetahuan dan transfer pengalaman berjalan," sambung dia.

Arahan terakhir, Jokowi meminta BPPT menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia. Dia berharap BPPT menjadi lembaga yang extraordinary yang terus menemukan cara baru, inovasi baru, dan kreativitas baru untuk kemajuan bangsa.

"Saat ini kita berada di zaman perang AI, persaingan dalam menguasai AI sudah sama dengan space word di era perang dingin. Siapa yang menguasai AI, dia yang akan berpotensi menguasai dunia. ini kita kejar kejaran, dan menghadapi Perang AI, saat ini kita memerlukan BPPT yang bisa memproduksi teknologinya sendiri. Ini tolong BPPT sinergikan talenta-talenta diaspora peneliti-peneliti di Universitas, start up teknologi dan anak-anak muda yang sangat militan, bangun mesin AI induk, yang bisa memfasilitasi gotong royong antar inovator dan peneliti, memfasilitasi kecerdasan komputer dan kecerdasan manusia untuk mendukung keunggulan ekonomi yang tidak konvensional dan sekaligus efektif," pungkas Jokowi. (mae/tor)